PRESIDEN Amerika Barack Obama, pernah berkata, “Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau waktu lain. Kitalah yang kita tunggu-tunggu. Kitalah perubahan yang kita cari.”
Seorang penggerak perubahan atau change maker, adalah mereka yang berupaya memperbaiki lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Mereka secara sadar mengidentifikasi masalah, dan bersedia bekerja untuk menemukan solusi melalui tindakan kreatif.
Menjadi seorang penggerak perubahan bisa jadi menantang, bahkan menakutkan. Ambil contoh: Belum lama ini ada seorang lurah, perempuan, yang turun langsung bereskan sampah yang berserak di TPS. Ternyata banyak yang mem-bully. Meski tak sedikit juga yang mendukung.
Ini membuktikan bahwa memperjuangkan apa yang kita yakini baik atau menyerukan perubahan, tak mudah. Namun perubahan adalah satu-satunya cara untuk maju. Karena itu, harusnya para change maker itu didukung.
Jika tidak, dikhawatirkan akan membuat orang takut untuk berbuat baik. Apalagi, berdasarkan hasil riset Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), secara umum tingkat resilience rata-rata masyarakat Indonesia masih rendah: hanya 15,7%!
Artinya, masyarakat cenderung tidak tahan terhadap tekanan atau rasa sakit serta cenderung pesimis melihat masa depan ketika mengalami situasi yang menekan dan membuat mereka terpukul.
Ini gawat! Karena Indonesia, khususnya Kota Batam, butuh aksi nyata, dan peran para pembawa perubahan. Jika mereka didukung, difasilitasi, digerakkan, dan digugah, maka dampak perubahan yang dihasilkan bisa cukup besar.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Changemaker






