INSPIRASI PAGI: Hang Tuah & Polda Kepri

DI MASA keemasan Kerajaan Melayu Melaka di bawah pemerintahan Sultan Mansur Syah, yang memerintah dari tahun 1459 hingga 1477, muncul sesosok tokoh yang amat menonjol dalam sejarah, Hang Tuah.

Selain seorang diplomat ulung sehingga dipercaya menghadap Betara Majapahit untuk mendapatkan Siantan (kini bagian dari Pulau Tujuh, Kepri), kelahiran Sungaiduyung, Singkep (kini Kabupaten Lingga) tersebut, juga dikenal sebagai satria atau pendekar.

Mendekati umur 10 tahun, orang tua Hang Tuah, yakni Hang Mahmud dan Dang Merdu, pindah ke Pulau Bentan. Pada suatu hari, Hang Tuah, bersama empat sahabatnya, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu, berpetualang dengan meminjam lading atau perahu layar milik ayah Hang Tuah.

Di tengah laut, mereka dikejar tiga perahu hingga ke pulau terdekat. Pantang mundur, Hang Tuah, Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, serta Hang Lekiu berdiri gagah di pantai menghadang kedatangan orang-orang sasa (berwajah keras) itu. Masing-masing mereka memegang tiga bilah senjata bernama “seligi”.

Pertarungan terjadi, 10 orang yang ternyata perompak dari Jemaja, Kepulauan Anambas itu, kalah oleh lima sekawan ini dengan tubuh berdarah-darah!

Sekadar diketahui, seligi, juga disebut
“seligi tajam bertimbal”, terbuat dari bambu sepanjang 30 sentimeter, diasah atau ditajamkan ujung pangkalnya agar dapat menikam. Pada saat menggunakannya dipegang di tengah-tengah.

Hingga ratusan tahun kemudian, tepatnya pada 2005, senjata Hang Tuah dan empat sahabat bernama “seligi” ini, menjadi inspirasi tim dalam menentukan lambang Kepolisian Daerah Republik Indonesia (Polda) Kepulauan Riau (Kepri).

Tak hanya itu, kata “seligi” juga sering dipakai dalam operasi ketertiban di wilayah Polda Kepri, serta nama pataka (panji kebesaran) atau lambang kehormatan Polda Kepri, bunyinya: Seligi Sakti Marwah Negeri.

Filosofinya, seligi yang melambangkan ketajaman berpikir, kesigapan, dan senjata pamungkas, diharapkan melindungi masyarakat Kepri yang diperankan oleh kepolisian di masa kini.

Bagaimana menurut Anda? (riza)
_____
> FOTO ILUSTRASI: Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, dalam sebuah acara.

BIBLIOGRAPHY:
> Disarikan dari buku “Sejarah Melayu”, karya Ahmad Dahlan PhD.

> Tim perumus lambang Polda Kepri terdiri dari Mukhtar Syam, Samson Rambah Pasir, Makmur Ismail, Taufik Muntasir, Tarmizi, dan dari Polri.

BACA JUGA:  Jefridin Bangga Atlet Takraw Batam Sabet Empat Medali di Porwil Sumatera XI Riau 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *