INSPIRASI PAGI: Hidup Lebih Tenteram

SEORANG peternak lembu Benggala, Joko Susanto, mengungkap kiat suksesnya dengan memegang teguh prinsip tiga filosofi Jawa.

Pertama, sirna dalane pati, yakni menghilangkan apa yang harus dihilangkan agar jalan kematian terasa lebih enak atau di dalam Islam disebut husnul khatimah.

“Apa yang harus dihilangkan? Rasa iri, dengki, takabur itu dihilangkan. Enak itu kita jalankan,” jelasnya.

Kedua, nursipat, yakni menjadi orang bermanfaat. Nursipat berarti sifat cahaya.

“Cahaya itu lampu. Kalau dia harus panas, tapi dia itu tetap berusaha menerangi sekelilingnya. Jadilah orang yang bermanfaat untuk sekelilingmu,” ungkapnya.

Ketiga, luber tanpa kebak, yakni sebanyak apa pun harta maupun ilmu, termasuk paras fisik, jangan sampai terlihat.

BACA JUGA:  Diteken Jefridin, Dana Hibah Pembangunan Masjid Safari Ramadan Sudah Bisa Dicairkan

“Tetap sederhana, tetap biasa saja supaya penyakit hati nggak nongol. Kesombongan, iri dan dengki,” terang dia.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *