SEBUAH peribahasa berbunyi, “Tua-tua kelapa, makin tua banyak santannya.” Artinya, semakin tua seseorang, akan semakin banyak ilmu dan pengalamannya.
“Santan” di sini diartikan dengan ilmu dan pengalaman. Sebab, perubahan dari kelapa ke santan, tak gampang. Harus melalui upaya panjang, dan melelahkan.
Pertama kelapa dipetik kemudian dijatuhkan. Selanjutnya kelapa dibelah, dikupas kulitnya hingga tersisa batoknya saja. Batok ini masih dikupas lagi untuk diambil dagingnya.
Daging kelapa ini masih harus diparut, sampai pada akhirnya dicampur air dan diperas agar menghasilkan santan.
Begitu pula kehidupan. Untuk menjadi orang yang “bersantan” tadi, kita harus melalui proses jatuh bangun yang tidaklah gampang. Bahkan menyakitkan. Karena hidup yang tak teruji tak layak dijalani.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






