INSPIRASI PAGI: Jiwa-jiwa nan Menang

FOTO ilustrasi: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina (kanan), di sela membuka even olahraga bola voli, akhir pekan lalu.

“HIDUP yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan,” ujar mantan perdana menteri Indonesia Sutan Sjahrir.

Namun pertanyaannya, kemenangan seperti apa yang kita harapkan? Menang dengan cara-cara licik dan menabrak etika publik, atau dengan terhormat?

Hakikat kemenangan dalam sebuah kompetisi itu adalah suksesnya sebuah perjuangan dengan penuh kejujuran, bukan merekayasa dan menghalalkan segala cara.

Sebab, sebuah kompetisi sangat erat kaitannya dengan sportivitas, sehingga jika diwarnai kecurangan, kemenangan yang diraih pun hanya bernilai dalam sebutan.

Orang seperti ini sejatinya tetap saja kalah, dan menderita karena sepanjang waktu terus dikutuk oleh hati nuraninya sendiri.

Ingat, juara sejati adalah ia yang mampu mengalahkan keinginan untuk melakukan kecurangan.

BACA JUGA:  Motivasi Jefridin Bakar Tim Sepakbola GSI Kepri Asal Batam Kubur Tim Kuat Banten 3-2

So… Kalah dalam kompetisi karena dicurangi itu jauh lebih baik. Paling tidak kita masih punya moral dan tak ada beban masa lalu yang menjadi jejak digital hingga anak cucu.

Seperti kata pepatah, “Meskipun kebohongan itu berlari secepat kilat, suatu waktu kebenaran akan mengalahkannya.” Kalau tak percaya, tanyalah Maradona.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *