INSPIRASI PAGI: Manajer yang Baik

Foto ilustrasi: Wajah semut hitam.

MUNGKIN kita pernah mendengar seorang manajer yang mengeluhkan stafnya ke orang lain, sambil mengesankan bahwa dia sendiri yang hebat di alam semesta ini. Yang lain itu bodoh.

Hebatkah orang semacam ini? Tentu tidak. Menurut praktisi dan penulis buku-buku tentang manajemen, DR Hasanuddin Abdurrahman, justru orang semacam ini sedang memamerkan kebodohannya sendiri.

Ingat, tugas manajer adalah melatih dan membina. Kalau bawahannya tak kompeten, artinya dia gagal menjalankan tugas tadi. Apalagi sampai diceritakan ke orang lain. Tampak sekali dia tak paham manajemen.

Komunikasi itu sebenarnya simpel. Jika ada pesan yang kita sampaikan tak dijalankan, sebenarnya kitalah yang tak mampu berkomunikasi dengan baik.

BACA JUGA:  Punya Peran Strategis, Amsakar Minta RT/RW Kompak Agar Inovatif dalam Pelayanan

Terakhir, jika orang lain salah, sampaikan langsung pada orangnya, jangan ngomong ke orang lain. Sebab yang bisa memperbaiki hanyalah yang bersangkutan, bukan orang lain.

Kecuali kita ingin cari sensasi agar terkenal. Seperti kata pepatah Arab, “Bul ‘alaa zamzam fatu’raf”, artinya; kencingilah sumur zamzam kalau kamu ingin terkenal. Betul terkenal, tapi karena bodoh.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *