SAHABAT Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Tidak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak akan percaya itu.”
Apakah ini semacam rumus bahwa orang yang sudah mencintai dan membenci akan buta tuli? Bisa saja. Sebab, banyak manusia yang tak mau mendengarkan kebenaran, karena mereka tak mau ilusinya hancur.
Masalahnya, dalam kehidupan ini lebih gampang membuat orang (ikut-ikutan) membenci, daripada mencintai. Ibarat daun kering, mudah terbakar. Dari sini kemudian memunculkan ide busuk bagi oknum tertentu untuk menjadikan kebencian sebagai komoditas.
Dengan sindikat yang rapi, ujaran kebencian diproduksi secara masif dan disebarkan luas. Makin menjijikkan lagi, industri itu bisa tumbuh dan berkembang karena ada orang dan pihak yang memang mau membayar mahal untuk virus kebencian tersebut.
Beberapa kasus yang berhasil diungkap membuktikan, bahwa konflik antar masyarakat yang terjadi ada juga akibat adanya kebencian yang diproduksi dan diorkestrasikan oleh “hate entrepreuneur” untuk meraih tujuannya.
Semoga fakta-fakta ini membuat kita makin sadar. Kuncinya tidak mudah ikut menyebarluaskan ujaran kebencian dan hoax. Sebab, ketika kita ikut membagikannya, otomatis kita sudah menjadi objek bahkan bahan baku dalam industri terkutuk ini.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
