INSPIRASI PAGI: Membangun Kebanggaan

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Batam. Marlin dan HMR adalah sosok pemimpin yang membangun kebanggaan daerah lewat kinerja. Wajar jika jadi inspirasi dan banyak yang meniru.

DALAM wawancaranya dengan Cindy Adams, Presiden Sukarno mengungkapkan bahwa salah satu tujuan pembangunan Monumen Nasional adalah untuk mengobati Minderwaardigheidscomplex bangsa Indonesia yang baru merdeka dan masih berusia muda.

Sukarno menginginkan Indonesia memiliki suatu hal yang bisa dibanggakan, seperti halnya bangsa Prancis dengan Menara Eiffel, bangsa Amerika Serikat dengan Patung Liberty, bangsa Jerman dengan Gerbang Brandenburg, dan lain sebagainya.

Minderwaardigheidscomplex (baca: Minder-pardikhait-kompleks) adalah sebuah sindrom di mana satu bangsa cenderung merasa lebih rendah derajatnya daripada bangsa lainnya.
Minderwaardigheidscomplex umumnya ditemukan di bangsa yang baru merdeka dan belum memiliki jati diri yang utuh.

Dengan dibangunnya Monumen Nasional, Presiden Sukarno berharap bangsa Indonesia tidak merasa rendah diri di hadapan bangsa lain di dunia dan merasa bangga bahwa mereka terlahir sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Masuk ke Pemko Batam, Wajib Cek Suhu Tubuh dan Cuci Tangan

Begitulah pemimpin hebat. Ia membangun, bukan suka cari sensasi dengan menjelek-jelekkan orang lain.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_______
Referensi:
• Neo Historia
• Sukarno – An Autobiography by Cindy Adams, (Bobbs-Merrill, 1965)
• My Friend the Dictator by Cindy Adams, (Bobbs-Merrill, 1965)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *