SEGALA perbuatan baik kita kepada orang lain, suatu saat akan menjadi kenangan bagi mereka, kemudian memotivasi untuk meniru, sehingga menumbuhkan hutan cinta yang makin lama akan memenuhi bumi.
Cinta inilah yang membuat kita melihat tak hanyalah sebatas mata menangkap cahaya, mendengar tak hanya sebatas telinga menangkap suara, dan berpikir tak hanya sebatas otak menguraikan makna.
Benar kata filsuf Jalaluddin Rumi, “Jiwa yang penuh cinta ibarta burung Phoenix. Tak akan ada kurungan yang sanggup memenjarakannya.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)






