INSPIRASI PAGI: Perspektif Eksternal

SELAIN dikenal sebagai pebisnis yang super sukses, Michael Rubens Bloomberg, pernah menjabat sebagai Wali Kota New York City selama tiga periode. Di bawah kepemimpinannya, New York bangkit lebih cepat dan kuat dari yang diperkirakan, usai dikoyak serangan 11 September 2001.

Inovasinya dalam pemerintahan dan filantropi telah menjadikannya pemimpin global dalam isu-isu penting yang dihadapi Amerika dan dunia. Bahkan kebijakan ekonominya, berhasil menciptakan rekor 400 ribu lapangan kerja baru.

Satu lagi, Bloomberg adalah seorang yang rendah hati. Inilah yang menjadi satu dari sekian kunci suksesnya. Bahkan tak gengsi menerima ide atau prespektif dari pegawai magang sekalipun!

Seperti yang diceritakan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. “Waktu dia menjadi Walikota (New York), kesulitan sekali menghadapi kemacetan di Times Square,” ungkap Sandi.

Rupanya kesulitan ini didengar seorang anak magang baru lulus sekolah. Kemudian dia menemui Bloomberg saat sedang ngopi, “Mohon maaf, tadi saya kedengeran… Bapak lagi mencoba menyelesaikan tentang kemacetan di Times Square?”

“Oh betul,” jawab Bloomberg.

“Saya ada usul, Pak. Bagaimana kalau Jalan Broadway ditutup saja?”

Dalam hati Bloomberg berkata, “Bukannya nanti tambah macet kalau jalan ditutup?” Namun, karena dia seorang entrepreneur yang hebat, dia menghargai konsep eksternal ini lalu dibawa ke internal.

“Coba disimulasikan, kalau jalan ini ditutup bagaimana?” pinta Bloomberg kepada jajarannya. Mereka pun mencoba menutup jalan itu, dan apa yang terjadi? Betul saja, kemacetan di New York turun 12 persen!

“Jadi, begitulah cara Anda membutuhkan perspektif eksternal dalam organisasi dalam memecahkan masalah,” ulas Sandi.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Syaban, Bulan Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *