INSPIRASI PAGI: Playing Victim Lagi

JANGAN playing victim dulu saat merasa menerima perlakuan buruk. Apalagi sampai tantrum tak jelas. Sebab, jangan-jangan itu semua adalah buah dari perbuatan buruk sendiri.

Apa yang disebut baik buruk ini sebenarnya hasil dari konsensus sosial. Karenanya tergantung ruang dan waktu, dan terikat pada aturan norma, etika, dan moral bersangkutan.

Karena itu, setiap tatanan sosial ini ada pemangkunya. Tugasnya seperti petani: menanam dan menumbuhkan agar buahnya bisa menyangga keberlangsungan hidup manusia.

Agar apa yang ditanam tumbuh dengan baik, maka harus dirawat dan dijaga dari gangguan. Sebut saja hama dan gulma.

Mungkin bagi hama dan gulma, petani itu jahat. Namun bagi kita, manusia, dia adalah pahlawan, bahkan penyangga tatanan kehidupan.

Tulisan ini bukan bermaksud membela perbuatan jahat, cuma mengajak instrospeksi dulu, sehingga tak gampang menuding orang lain jahat.

Ingat semua terikat aturan. Ibarat kata, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Inilah yang seharusnya dipahami orang terpelajar apalagi berpendidikan tinggi.

Pramoedya Ananta Toer pernah berkata, “seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan.”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Pemimpin nan Mulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *