INSPIRASI PAGI: Rumus Tampil Cantik

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, melayani permintaan pelajar SMA Negeri 2 Karimun untuk foto bersama.

CANTIK itu relatif, tapi jika Anda ingin mengukur skala kecantikan dan kesempurnaan tubuh seseorang, dapat menggunakan metode yang disebut “Golden Ratio Phi.”

Tokoh renaisans, Leonardo Da Vinci, menggunakan metode ini dalam mencipta tubuh laki-laki manusia yang sempurna dalam karyanya yang terkenal, Vitruvian Man.

Bagaimana mengukur kesempurnaan fisik? Pertama, panjang dan lebar wajah seseorang diukur dan kemudian hasilnya dibagi. Menurut Golden Ratio, hasil yang ideal kira-kira 1,6.

Pengukuran kemudian diambil dari garis rambut dahi ke titik di antara mata, dari titik di antara mata dan bagian bawah hidung dan dari bagian bawah hidung ke bagian bawah dagu. Seseorang dianggap lebih cantik jika angkanya sama.

BACA JUGA:  HMR Sudah Lantik Dewan Hakim, Giliran Jefridin Pastikan Lokasi STQH Batam Siap

Perhatian kemudian diberikan pada simetri dan proporsi wajah. Untuk dianggap ‘cantik’ menurut Golden Ratio, panjang telinga harus sama dengan panjang hidung dan lebar mata harus sama dengan jarak antara mata.

Premis di balik ini adalah bahwa semakin dekat rasio wajah atau tubuh dengan angka 1,618 (Phi), artinya semakin indah.

Entah Anda setuju atau tidak dengan metode ini. Tapi khusus kaum perempuan, yakinlah apa yang dikatakan sufi Jalaluddin Rumi.

“Perempuan adalah cahaya Tuhan, Dia bukan dicintai secara duniawi, dia berdaya kreatif, bukan hasil kreasi,” ujarnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *