MUSIK ibarat mesin waktu. Ia memiliki kekuatan luar biasa untuk membawa kita kembali ke masa lalu. Ibarat sinema, setiap fase dalam hidup seolah memiliki soundtrack-nya sendiri, yang mengiringi sepanjang jalan kenangan di masa-masa suka, duka, dan cinta.
“Kita tidak mengingat hari, kita mengingat momen,” kata penyair, dan novelis, dari Italia, Cesare Pavese.
Itulah mengapa nostalgia menjadi salah satu efek paling kuat dari musik. Terkadang, kita bahkan bisa terhubung atau merasakan kembali aroma, cuaca, atau suasana yang ada saat itu hanya dengan mendengarkan lagu yang pernah kita dengarkan, meski sudah lama berlalu.
“Semakin kita terpapar pada sesuatu, semakin kita cenderung menyukainya. Ini terjadi pada orang yang kita kenal, iklan yang kita lihat, dan, ya, lagu yang kita dengarkan,” terang Frank McAndrew, seorang profesor psikologi, menulis di The Conversation.
Fakta baru, seiring lajunya media sosial saat ini, lagu-lagu nostalgia kerap digandrungi. Bahkan, Gen Z, generasi baru yang punya dominasi kuat di media sosial dan kultur pop saat ini, banyak yang menyukainya.
Simhala Avadana, musisi sekaligus A&R (Artis dan Repertoar) dari label rekaman Trinity Optima Production, menjelaskan hal ini. “Gen Z menilai bahwa musik nostalgia keren. Entah itu berasal dari musik atau liriknya,” ucap Simhala Avadana.
Ah, benar juga kata seniman Susan Gale, “Kenangan lama itu seperti kopi dengan krim dan gula. Saat diaduk, keduanya bisa menjadi lembut dan manis.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Sepanjang Jalan Kenangan
