INSPIRASI PAGI: Setting Konten Kemiskinan

Disarikan dari tulisan ilmiah di Republika, bertajuk:  Menyoal Konten Eksploitasi Kemiskinan di Medsos

PERKEMBANGAN media sosial (medsos) di Indonesia semakin masif. Menciptakan banyak kreator konten. Sayangnya banyak yang mengarah ke hal yang memberikan dampak negatif bagi masyarakat.

Konten negatif tersebut adalah eksploitasi kemiskinan atau disebut “poverty porn content”, diterjemahkan sebagai pornografi kemiskinan, penunggang kemiskinan, atau penjual kemiskinan.

Menurut Matthew Collins, poverty porn juga merujuk pada segala jenis media, baik ditulis, difoto, atau difilmkan, yang mengeksploitasi kondisi masyarakat miskin dengan tujuan membangkitkan simpati dan meningkatkan sumbangan atau dukungan untuk tujuan tertentu.

Misal, konten orang miskin mengemis gift di Tiktok. Hingga konten bagi-bagi uang, sumbangan, dan sejenisnya. Hal ini karena konten kreator kerap melakukan pengambilan gambar berbagi uang tanpa seizin “korban”.

Namun netizen juga tidak bodoh. Mereka berpandangan bahwa konten yang mengeksploitasi kemiskinan tidak bermanfaat, kurang mendidik, mengarah pada settingan, dan dikhawatirkan mendorong seseorang memiliki mental miskin.

Untuk itu, kreator konten dengan segala kreativitasnya harus bijak. Jaga juga privasi dan etika. Jangan hanya memikirkan keuntungan besar, tega merugikan orang lain. Khususnya bagi kelompok-kelompok rentan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Jangan Meludah di Sumur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *