ADA ulasan menarik dalam buku “Traction”, Gino Wickman, yang membedah tentang visioner dan integrator. Keduanya bertolak belakang, tapi jika disatukan akan menjadi kombinasi yang kuat.
Visioner adalah sosok kreatif yang penuh ide (big picture thinker), kuat dalam visi, inovasi, dan pengembangan bisnis. Namun bisa lemah dalam eksekusi harian.
Sedangkan integrator adalah orang yang mengintegrasikan ketiga fungsi utama bisnis: penjualan/pemasaran, operasi, dan keuangan. Jika visioner adalah mesin, integrator adalah kemudi dan rem.
“Saya menggunakan istilah ‘integrator’ untuk menyederhanakan berbagai gelar yang biasa digunakan untuk peran ini, seperti CEO, presiden, general manager, raja, atau ratu,” tulis Wackman.
Ia melanjutkan, “Tidak masalah apa sebutannya, tetapi intinya adalah, integrator merupakan orang yang memiliki unique ability untuk menjalankan organisasi, mengelola masalah sehari-hari, dan mengintegrasikan tiga fungsi utama. Integrator adalah perekat yang menyatukan perusahaan.”
Visioner sangat berharga, karena sangat kreatif. Mereka biasanya lebih banyak bekerja berdasarkan emosi, sehingga memiliki barometer yang lebih baik tentang perasaan orang-orang di sekitarnya.
Sebaliknya, integrator biasanya sangat pandai dalam memimpin, mengelola, dan meminta pertanggungjawaban orang lain. Singkatnya, mereka lebih mengandalkan logika.
Yang terbaik adalah, kombinasi keduanya. Visioner menghasilkan energi dan ide, sementara integrator mengubahnya menjadi hasil nyata. Tanpa integrator, sang visioner sering kewalahan dan bisnis tidak berkembang.
Bagaimana menurut Anda? (riza)
______
FOTO ilustrasi: Wali Kota Batam DR Amsakar Achmad.
INSPIRASI PAGI: Visioner + Integrator






