BEGINI, pahami dulu bahwa tak semua yang kita inginkan bisa tercapai. Maka, tak adil rasanya jika menimpakan semua kesalahan pada orang lain atas hal yang tak bisa kita kerjakan atau capai.
Jangan seperti emak-emak zaman old. Saat anak tersandung, malah batu atau lantainya yang disalahkan. Bagai pepatah: karena tak pandai menari, lantai yang dikata terjungkat.
Memang, semua orang berhak membela diri. Namun, tak berarti merasa selalu benar dan luput dari kesalahan, bukan? Apalagi sampai menganggap orang lain lebih rendah atau tidak lebih baik dari kita.
Maka itu, daripada terus melakukan self-defense, denial, dengan selalu merasa benar, lalu membohongi diri dan orang lain, lebih baik bercermin, kalahkan ego sendiri.
Lakukan analisa sebab-akibat, dan menggali pikiran lebih dalam. Bila perlu kontemplasi! Sehingga bisa tampil sebagai pribadi baru, lebih bijak, cerdas dan mampu mencari solusi terbaik.
Kalau kita terbiasa menyalahkan orang lain, takutnya kita akan seperti yang dikatakan pepatah, “Satu jari menunjuk ke orang, empat jari menunjuk muka sendiri!”
Bagaimana menurut Anda?(ski)






