Jefridin Ajak Semua Pihak Waspadai Anasir-anasir yang Bikin Batam Tak Kondusif

LUBUKBAJA, KataBatam- Kota Batam disebut miniatur Indonesia, karena ibarat melting pot alis tempat bertemunya segara keragaman suku dan budaya. Itulah pentingnya kewaspadaan dini menjaga kota ini agar tetap kondusif.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam dalam acara Silahturahmi dan Halal Bihalal bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Tingkat Kota Batam dan Tingkat Kecamatan Se-Kota Batam, di Da Vienna Boutique Hotel, Lubukbaja, Jumat (5/5/2023).

Acara silahturahmi dan Halal Bihalal ini juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan camat se-Kota Batam.

“Saya atas nama Bapak Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menyampaikan ucapan terima kasih kepada FKDM karena telah berkolaborasi selama ini dengan stakeholder, terutama dalam memberikan informasi, sehingga kita bisa saling berkoordinasi dalam menangani isu-isu atau permasalahan yang terjadi di Kota Batam,” tuturnya.

BACA JUGA:  INSPIRASI JUMAT: Teladani Rasulullah!

Jefridin juga memberikan apresiasi kepada Forkopimda Kota Batam, yang bekerja sama dengan baik, sehingga Batam menjadi aman dan kondusif.

Kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, sebagai mitra dapat memfasilitasi dan mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh FKDM.

“Tolong fasilitasi sepanjang sesuai ketentuan dan mekanisme yang ada. Mari kita bersama-sama bergandeng tangan bahu membahu menjaga Batam ini, sehingga Batam tetap aman dan kondusif,” kata pria asal Selatpanjang ini lagi.

Jefridin juga memberikan dukungan FKDM Kota Batam yang berencana untuk membentuk pengurus FKDM Tingkat Kelurahan.

Terlebih tidak lama lagi pesta demokrasi yakni pemilihan umum akan berlangsung, sehingga diperlukan mitra untuk mendeteksi informasi kewaspadaan dini hingga di level kelurahan.

BACA JUGA:   𝘛𝘢𝘳𝘪 𝘒𝘰𝘭𝘰𝘴𝘢𝘭 𝘉𝘢𝘩𝘵𝘦𝘳𝘢 𝘛𝘢𝘣𝘪𝘳 𝘐𝘴𝘭𝘢𝘮 𝘚𝘶𝘬𝘴𝘦𝘴 𝘔𝘦𝘳𝘪𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘔𝘛𝘘 𝘬𝘦-30 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘢𝘵𝘢𝘮

“Mari kita tingkatkan kerjasama dan kolaborasi. Segera bentuk FKDM Tingkat Kelurahan, camat tolong fasilitasi,” katanya mengakhiri sambutan.

𝗟𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸 𝗙𝗞𝗗𝗠 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗿𝗮𝗵𝗮𝗻

Ketua FKDM Kota Batam, Alwan Afdianto menyampaikan sepanjang Tahun 2022 dari data dan informasi FKDM se-Batam, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang paling sering terjadi di Kota Batam, adalah bidang sosial-kemasyarakatan.

Menurut Alwan, ciri dan karakteristiknya berbeda-beda di setiap kecamatan. Sedangkan ATHG bidang politik, didominasi oleh konflik pemilihan RT/RW.

Dalam kesempatan itu ia juga mengusulkan agar FKDM setiap kelurahan dapat segera dibentuk dan ditetapkan agar meningkatkan optimalisasi kinerja FKDM dalam menunjang pelayanan dan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam.(ski)

BACA JUGA:  WARTA FOTO: Kondisi Terkini Rehabilitasi Kebakaran di Pulau Buluh Usai HMR Tangani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *