BATAMCENTER, KataBatam – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam optimistis perekonomian di kota ini bakal maju pesat dengan masuknya investasi Rempang Eco-City.
Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk beralasan investasi tersebut memiliki multiplier effect yang berdampak positif terhadap Indonesia maupun masyarakat lokal setempat.
Terutama, investasi yang masuk ke Rempang bakal membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain nilai investasi yang besar, masuknya industri hilirisasi pasir kuarsa dan silika di Rempang akan menumbuhkan kinerja ekspor dalam skala besar.
Kadin pun melihat optimisme semacam itu harus tetap dihidupkan. Pengusaha punya tingkat optimisme tinggi ihwal investasi Rempang Eco-City yang memajukan ekonomi regional.
Untuk itu, Jadi Rajagukguk mengajak semua pihak untuk mendukung rencana investasi Rempang Eco-City yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya di kawasan hinterland. Realisasi kawasan perekonomian Rempang Eco-City patut didukung oleh seluruh komponen masyarakat.
“Kadin mengajak terkhusus masyarakat pengusaha di Batam mendukung investasi. Jika Batam maju, ekonomi akan ikut maju dan ada peluang pengusaha ikut di dalamnya,” ungkap Jadi yang dihubungi dari Batam, Jumat 29 September 2023.
Sebagai gambaran, Pulau Rempang bakal dijadikan kawasan perpaduan industri, perdagangan dan wisata dengan nama Rempang Eco-City yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2023.
Pemerintah telah menunjuk BP Batam untuk menjalan rencana tersebut. Proyek ini ditargetkan mendapat investasi sebesar Rp381 triliun pada 2080. Investasi pabrik kaca dan solar panel dari Xinyi senilai Rp175 triliun akan masuk ke Rempang. Sebanyak 35.000 orang akan dipekerjakan. Pembangunan kawasan industri di pulau seluas 17 ribu hektare itu bakal digarap PT Makmur Elok Graha. (abh)
Baca Juga: Sudah Mantap Songsong Masa Depan, 317 KK Warga Rempang Segera Menyusul Pindah
