ANAK BUKANLAH orang dewasa yang masih kecil. Anak adalah anak. Segala struktur psikomotor, susunan saraf, biologis, emosi, serta fase perkembangannya tidak sama dengan orang dewasa.
Banyak orang yang abai terhadap pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak. Seolah mereka tak sadar bahwa anak-anak akan menentukan nasib masa depan bangsa serta agama ke depan.
Fase golden age di usia dini bukan sebatas slogan basa-basi. Jika salah memperhatikan, mendidik, serta membimbingnya, maka proses tumbuh kembangnya juga akan runyam menjadi masalah di masa depannya.
Jiwa-jiwa mungil itu membutuhkan sentuhan lembut dari orang-orang yang paham cara memperhatikan. Hati mereka sebening kaca yang gampang tergores jika tersakiti.
Nabi Muhammad SAW pernah dikencingi seorang bayi sampai baju beliau basah. Ibu sang anak merenggut anaknya dari gendongan Rasulullah itu dengan keras.
Melihat hal itu, Rasulullah langsung berkata, “Air kencing ini bisa dibersihkan, tetapi hati seorang anak yang dipukul akan tetap terluka.”
Ahli Psikologi Perkembangan Barat, Montessori menegaskan di saat memasuki usia 3-6 tahun adalah anak yang sedang berada dalam periode sensitif atau masa peka. Suatu periode di mana suatu fungsi tertentu perlu dirangsang, diarahkan sehingga perkembangannya tidak mengalami keterlambatan.
Bukan hanya rangsangan saja yang perlu orang tua lakukan kepada anak, tapi juga harus memberikan motivasi, latihan, bimbingan moral, serta penanaman nilai-nilai relegius.
Bahkan, memberikan perhatian kepada mereka dengan cara sederhana seperti bertanya, berbicara, sekadar tersenyum, begitu dahsyat menstimulus perkembangan otak dan psikomotoriknya.
Meletakkan fondasi mental, moral, serta nilai-nilai spiritual sedari dini akan melahirkan generasi emas di masa mendatang.
Patut diapresiasi perhatian Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam Hj Marlin Agustina yang begitu fokus memperkuat PAUD, baik dari sisi peran dan kompetensi guru.
Memberi pendidikan yang baik merupakan investasi jangka panjang. Tak hanya buat orang tua, juga untuk masa depan anak itu sendiri.
“Sebab kebiasaan, karakter, dan pencapaian seseorang berasal dari kebiasaan yang dipelajarinya saat kecil,” ujar Marlin.
Alasan ini disampaikan Marlin, yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau ini, di sela berkunjung ke Satuan Pendidikan TK Yaa Bunayya 03, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, Senin (6/3/2023) pagi. (ski)






