Marlin Belum Berhasil Nakhodai Kwarda Pramuka Kepri Setelah Bertahun Terganjal

TANJUNGPINANG, KataBatam– “Alhamdulillah, kali ini, saya belum berhasil dalam pemilihan Ketua Kwarda (Kwartir Daerah) Pramuka Kepulauan Riau. Saya ikhlas dan legowo dengan hasil ini. Semoga ke depan Pramuka di Kepri semakin maju.”

Kalimat penuh hikmah ini disampaikan Hj Marlin Agustina, yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau, usai mengetahui hasil pemilihan Ketua Kwarda Pramuka Kepri, di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, Kamis (13/10/2022) malam.

Pada Musyawarah Daerah Kwarda Pramuka Kepri, Wagub Marlin bersaing dengan Sekdaprov Kepri Adi Prihantara.

Ada delapan suara yang diperebutkan dalam pemilihan ini. Tujuh suara dari Kwartir Cabang, dari tujuh kabupaten kota di Kepri, serta satu suara dari Kwarda Kepri.

Wagub Marlin juga menyampaikan selamatnya kepada Adi Prihantara yang terpilih dalam Musda kali ini.

Sebagai wanita yang aktif dalam Gerakan Pramuka sejak dari sekolah, Marlin terus menjiwai pesan-pesan yang terkandung dalam Tri Satya Pramuka dan Dasa Dharma Pramuka. Di antaranya bertanggung jawab dan dapat dipercaya.

“Seperti pesan dalam Dasa Dharma, bahwa kita harus suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan,” kata Wagub Marlin.

𝗗𝗶𝗴𝗮𝗻𝗷𝗮𝗹 𝗛𝗮𝗯𝗶𝘀-𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀𝗮𝗻?

Seperti diketahui, Musyawarah Daerah IV Tahun 2022 Gerakan Pramuka Kepulauan Riau, untuk memilih ketua Kwarda Kepri tersebut sudah berkali-kali ditunda.

Hingga akhirnya, ada surat dari Gerakan Pramuka Kwartir Kepulauan Riau, Nomor 089-32-00-A, 6 Oktober 2022, yang diteken Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kepri Arif Fadillah, tertulis:
Musyawah Daerah (Musda) IV Tahun 2022 yang sedianya dilaksanakan pada hari Senin hingga Rabu tanggal 10 -12 Oktober 2022, karena sesuatu dan lain hal diundurkan menjadi hari Rabu hingga Jumat, 12 -14 Oktober 2022.

Mengulas lagi ke belakang, sebenarnya enam Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Se-Kepulauan Riau (Kepri), bulat mengusung Hj Marlin Agustina, sebagai Ketua Kwarda Pramuka Kepri. Namun entah kenapa Musda tak juga digelar.

Diganjal atau terganjal? Entahlah. Padahal kepengurusan Kawarda Gerakan Pramuka Kepri sudah berakhir pada 5 Desember 2021 lalu. Hal ini tertuang dalam SK Nomor 178/2016 yang dikeluarkan Kwartir Nasional.
Maka tugas selanjutnya memilih ketua kwarda yang baru, melalui musda. Untuk itu, dilakukanlah persiapan.

Mengingat sesuai surat pemberitahuan tanggal 6 September 2021, keluar dua surat yakni tentang pelaksanaan musda pada 3 September 2021, disusul surat kedua tanggal 6 September 2021, pengurus Kwarda meminta nama-nama calon ketua Kwarda Kepri.

Hasilnya, 6 dari 7 Kwarcab kabupaten/kota se-Kepri, bulat mengusulkan Hj Marlin Agustina sebagai Ketua Kwarda Kepri.

Entah kenapa, mestinya setelah itu digelar musda pada 6 – 17 September 2021. Namun tak terlaksana. Hingga tiba-tiba pada 17 Desember 2021, keluar surat pengunduran musda sampai batas waktu tak ditentukan. Bahkan disusul surat perpanjangan kepengurusan dari Kwarda Kepri.

Hingga setahun berlalu, pada 12 September 2022 keluar lagi surat dari Kwarda Kepri ke seluruh Kwarcab se-Kepri, bahwa akan melaksanakan Musda tanggal 28-30 September 2022, dan minta nama-nama usulan Ketua Kwarda Kepri paling lambat tanggal 20 September nanti.

Lagi-lagi Kwarcab se-Kepri selain Bintan, bulat mengusung nama Hj Marlin Agustina, sebagai ketua Kwarda. Dan…. Seperti yang sudah diduga, musda kembali ditunda

“Sudah setahun belum juga musda (Kwarda) Pramuka Kepri terlaksana. Malu juga kita sama adik-adik Pramuka,” ujar Ketua Dewan Kehormatan Kwarda Pramuka Kepri Nur Syafriadi, Rabu (21/9/2022) siang lalu

Dari time line ini, sehingga wajar jika muncul pertanyaan publik:

Ada apa dengan Kwarda Pramuka Kepri?

Kenapa saat itu terus menunda pelaksanaan musda?

Apakah ada unsur politis di baliknya?

Benarkah Marlin yang juga istri Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) tersebut sengaja diganjal?

Wallahualam Bissawab. (ski)

Exit mobile version