๐๐ข๐ณ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ
๐ฏ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ
๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข ๐ณ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ
๐ข๐ด๐บ๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฒ๐ข๐ด๐ช๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ
Demikian petikan lirik lagu qasidah berjudul โAsik Santaiโ milik Nasida Ria yang populer tahun 1982 silam.
Lagu ini mengajak kaum remaja bersuka ria sambil bermain qasidah, sebuah genre musik dengan lagu-lagu bernapaskan Islami dengan pesan kebaikan dalam liriknya.
Dulu qasidah memang sangat populer di kalangan anak muda. Namun seiring perkembangan zaman, tren ini kian redup.
Padahal, selain bicara soal keagamaan, lirik-lirik lagu Qasidah seperti yang dibawakan Nasida Ria, juga banyak yang berbicara tentang lingkungan dan kondisi sosial.
Seni qasidah juga cukup ampuh menjadi sarana โberdakwahโ secara santai lewat lagu. tanpa kesan menggurui.
Kian berkurangnya minat remaja belajar qasidah, memantik keprihatinan Ketua DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Batam Hj Marlin Agustina.
โAyo kita ajak anak muda belajar qasidah, sehingga kaderisasi ke depan tak mandeg,โ ujar Marlin saat memberi sambutan di acara Silaturahmi dan Temu Kangen Ketua Umum dan Pengurus LASQI se-Kota Batam, di Golden Prawn, Kamis (17/9/2020) pukul 09.00 WIB.
Menurut Marlin, belajar qasidah harus terus dilaksanakan agar para remaja bisa mengisi waktu dengan hal-hal yang positif.
Apalagi menurutnya, fungsi qasidah selain untuk hiburan juga ada banyak makna yang bisa di ambil di dalamnya seperti pesan yang tersirat di setiap syair lagu yang dilantunkan.
Selain itu bisa belajar sejarah Islam, serta menanamkan akhlak mulia. Karena dalam bait syairnya mengandung dakwah Islam dan sejarahnya.
โDaripada habiskan waktu main handphone nonton YouTube, kan lebih baik bila ada waktu senggang ikut latihan qasidah,โ ajaknya. ***
