“AKU TIDAK pernah sekalipun menyesali diamku. Tetapi aku berkali-kali menyesali bicaraku,” kata Umar bin Khattab.
Pesan Umar ini menjelaskan kepada kita bahwa semakin banyak bicara, semakin banyak pula salahnya. Beda halnya dengan saat kita diam.
Ketika kita menutup mulut untuk tidak bicara, saat itu jua kita mengizinkan hati kita untuk bicara lebih banyak.
Sebab, setiap manusia memiliki hati yang selalu mengajak berbicara. Salah satu pembicaraan hati adalah mengecam perilaku-perilaku yang kurang baik.
Namun saat mulut seseorang terlalu banyak bicara, ia tidak akan dapat mendengar suara hati nuraninya, akibat tersumbat oleh riuhnya suara-suara mulutnya sendiri.
Dengan diam, risiko tergelincir menjadi semakin kecil. Rasulullah SAW menyebutkan, “Barang siapa yang diam, dia pasti selamat.”
Disebutkan pula, “Diam itu kearifan, tetapi sangat sedikit orang yang melakukannya.”
Bagaimana dengan Anda? (ski)
