MANUSIA dianugerahi akal dan kreativitas tingkat tinggi, sebagai cara melepaskan diri dari kesulitan. Sehingga muncul ide-ide brilian yang di luar pikiran kita.
Seperti yang dilakukan Dahlia Tambunan. Ia memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam cabai dengan menggunakan pot.
Dahlia juga memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong untuk menanam cabai, tomat, kangkung, daun ubi, gambas, labu, kacang panjang dan beberapa tanaman lainnya.
“Saya menanam tanaman yang cepat bisa dipanen,” ujarnya, Senin (27/4/2020).
Terlebih lanjutnya, saat pandemi Covid-19 akses untuk bepergian tidak leluasa seperti sebelumnya.
“Lebih bagus berdiam diri di rumah sama keluarga dan mengajak anak-anak untuk berkebun supaya senang dan tidak suntuk selama di rumah,” jelasnya.
Ia mengatakan hampir semua kebutuhan pokok yang dijual di pasar naik.
“Berkebun ini menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan dapur,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini harga sayur mayur khususnya bayam di pasar dipatok Rp 25 ribu per kilogram.
Hal itu tentu saja membuatnya pusing. Karena itu berkebun di rumah menjadi alternatif baginya.
“Berkebun ini banyak juga manfaatnya, bisa menghilangkan stres dan bisa bawa anak-anak juga agar tidak suntuk di rumah,” tuturnya.
Dengan berkebun lanjutnya, bisa membantu ekonomi keluarganya. Pasalnya sata panen, dirinya tidak perlu membeli sayuran yang harganya selangit.
“Jadi uangnya bisa untuk beli minyak goreng dan beras aja,” ujarnya.
Timargana Harahap juga melakukan hal yang sama. Selain memanfaatkan pekarangan rumahnya, ia juga menanam beragam sayuran di sisa jalan perumhan yang kosong.
“Saya nanam daun ubi, pepaya, kangkung, cabai, terong. Semuanya yang cepat bisa dipanen,” paparnya sebutnya.
“Dengan berkebun sangat membantu sekali, tidak membeli lagi di pasar,” paparnya.
Timargana berharap pandemi Covid-19 sgeera berakhir. Sehingga seluruh masyarakat Batam bisa beraktivitas seperti biasa. ***
_________
Sumber: Batampos.co.id
