𝑀𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝐴𝑙 𝐹𝑢𝑟𝑞𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑎𝑤𝑎𝑙𝑛𝑦𝑎 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑚𝑢𝑠𝑎𝑙𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛 𝑠𝑒𝑘𝑖𝑡𝑎𝑟 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 1974, 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 1985 ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑀𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑 𝐵𝑒𝑠𝑎𝑟 𝐴𝑙 𝐹𝑢𝑟𝑞𝑎𝑛.
Tulisan: Sapril Sembiring
ADA hal yang menarik di masjid yang berlokasi di Jalan Pramuka, bersebelahan dengan Asrama Haji Tanjungpinang, ini. Masjid ini memiliki mesin beras yang mirip ATM.
Muchrizal Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Besar (DKMB) Al Furqan menuturkan, setiap hari Jumat, ada 38 Kepala Keluarga (KK) yang berhak atas 1 Kg beras. Setiap KK meliputi 132 jiwa.
Mesin beras otomatis ini sudah ada sejak tahun 2020, bantuan dari BAZNAS Kota Tanjungpinang. Setiap jamaah dapat mendonasikan atau berinfaq beras.
Tentu saja infaq berupa uang, tetap ada yang dikumpulkan melalui kotak infaq masjid dan infaq anak yatim yang tersedia.
Hasil infaq anak yatim ini dibagikan kepada 17 anak setiap bulannya. Setiap anak dapat Rp300 ribu.
Masjid ini juga sudah mengembangkan usaha ekonomi di sudut halaman, dengan membuka kantin makan dan minuman bagi jamaah.
Hal unik lainnya adalah, masjid ini punya sebuah fasilitas pajangan barang barang jamaah yang tertinggal di masjid, yang kemudian dipajang agar bisa diambil oleh pemiliknya.
Fasilitas wudhu dan airnya juga sudah baik, dilengkapi dengan sabun cuci tangan dengan kondisi bersih dan air yang lancar dan bersih.
Saat ditanya mengenai aspek legalitas masjid, Muchrizal menjawab semua lengkap sertifikat dan IMB sudah terpajang di dinding.
Dia sendiri menjelaskan, bahwa sudah menjabat sebagai Ketua Masjid Besar ini sejak 2018 lalu dan terpilih kembali di tahun 2020 di periode kedua.
Baginya mengemban amanah menjadi ketua masjid itu adalah pelayanan. “Kita harus ikut apa kata jemaah,” ungkapnya.
Ditambahkannya bahwa menjadi pengurus Masjid itu harus terbuka. “Hitung duit itu tak boleh sendirian,” tegasnya.
“Mari kita makmurkan masjid,” ajaknya. ***






