ALBERT EINSTEIN pernah berkata: Memahami pajak adalah hal yang paling sulit dimengerti di dunia ini.
Karena itulah Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam, menggelar talkshow bertajuk, “Optimalisasi Pajak Daerah Kota Batam Tahun 2021”, dengan menghadirkan dua narasumber ahli.
Pembicara pertama, Sofian, SE, MM, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, yang mengurai tentang optimalisasi pajak daerah.
Pembicara kedua, Novi Iryani, Kepala Fungsi Implementasi Sistem Pembayaran, Bank Indonesia Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Novi mempresentasikan tentang: Elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP) dan quick response code Indonesian standard (QRIS) kepada wajib pajak di Kota Batam.
Diskusi yang dipandu moderator yang juga praktisi strategi komunikasi dan informasi di Kota Batam Muhammad Riza Fahlevi, ini berlangsung hangat.
Ratusan hadirin yang terdiri dari wajib pajak, pelaku usaha hotel, ritel, restoran hingga perbankan, larut dalam topik yang disampaikan pembicara. Khususnya saat membahas sistem pembayaran non tunai atau QRIS.
Ditemukan fakta bahwa sebenarnya masyarakat Kota Batam cukup meminati sistem pembayaran efektif dan efisien ini. Namun, perlu upaya besar pemerintah untuk “jemput bola.”
Tak heran jika kemudian Anggota DPRD Kota Batam Yunus Muda, dan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam Raja Azmansyah yang hadiri di sana, turut memberikan insight-nya.
Menurut Yunus, DPRD Kota Batam sebagai mitra pemerintah kota, tentu siap mendukung apa saja upaya agar sistem pembayaran non tunai ini diterima khalayak.
“Kita harus sukseskan sistem pembayaran non tunai ini. Soal regulasi, kami siap membahasnya asal ada usulan dari BPPRD,” terangnya.
Mendengar hal tersebut, Raja Azmansyah turut menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini memamg aktif menggali pendapatan atau sumber-sumber baru pajak daerah.
Wajar saja jika terobosan Azman ini, membuat kondisi penerimaan pajak Kota Batam melebihi target di Tahun 2020 lalu!
“Soal pembayaran non tunai kami sudah masuk ke semua lini. Bahkan retribusi sampah dan parkir tepi jalan akan diterapkan nontunai melalui QRIS,” jelasnya
Guna menggugah semangat masyarakat untuk bertransaksi non tunai, Azman sudah siapkan beberapa program stimulus. “Nantinya masyarakat akan tertarik,” harapnya.
Dialog terus mengalir. Karena pembicara yang dihadirkan orang yang kompeten di bidangnya, wajar jika isinya “daging semua”.
“Plato, seorang Filsuf dari Yunani pernah berkata: Jika ada pajak penghasilan, orang yang adil akan membayar lebih dan orang yang tidak adil akan membayar kurang pada jumlah penghasilan yang sama,” ujar Riza menutup talkshow.
“Semoga kita termasuk orang yang adil tadi, sehingga pembangunan Kota Batam bisa lancar dan gencar dilakukan,” pungkasnya. ***






