I N S I G H T

(๐˜‰๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜”๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜Š๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ…)

DALAM KERANGKA berpikir ada yang disebut “common sense” atau akal sehat. Para filsuf sejak Aristoteles, hingga era modern, George Edward Moore, sudah memakai pendekatan ini agar tak keliru menganalisa sesuatu.

Singkatnya, tak ada orang yang seluruh benar, atau salah seluruhnya. Untuk itu, berhati-hatilah dalam menilai sesuatu, apalagi menuduh seseorang. Bisa-bisa jadi fitnah. 

Ada baiknya kalau ada masalah, cerna dulu atau introspeksi, selesaikan baik-baik. Jangan langsung disampaikan ke publik, seolah-olah mengajak orang lain terlibat dalam konflik, dan membenci apa yang kita benci.

Ingat, orang pintar umumnya tahu apa yang dibicarakan. Sedangkan orang bijaksana, akan tahu apakah hal yang akan diceritakan tersebut penting atau tidak. 

BACA JUGA:  BP Batam Volleyball Friendly Match 2023 Sukses Digelar, Ini Dia Pemenangnya

Kalau berlaku semacam ini saja sudah tak mampu, maka bertatsabbut atau tabayyun-lah, agar tak ikut menambah kisruh di zaman yang penuh fitnah ini, sebagaimana diperintahkan Allah SWT:

โ€œWahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita, maka periksalah dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan, lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.โ€ (QS. Al Hujurat : 6). ***

______

Foto: ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *