I N S I G H T

SAAT KITA memutuskan eksis di media sosial, maka disadari atau tidak, sebenarnya kita sudah mulai membranding diri sendiri.

Ingat, brand itu bukan sekadar nama atau logo, melainkan segala ekspektasi, memori, cerita, dan hubungan hubungan yang terkumpul yang memengaruhi sikap dan tindakan kita.

Maka itu, hati-hati posting status di Facebook dan seterusnya. Apalagi anda sedang mengemban jabatan publik. Sebab, itu semua akan menempel pada brand Anda.

Seperti yang dikatakan Imam Ghazali, “Apa yang kamu biasakan, itu akan menjadi karaktermu.”

Bisa jadi awalnya kita cuma iseng. Tapi jangan salah, kalau terus-terusan seperti itu maka lama-kelamaan akan membentuk watak Anda.

Kalau itu sudah menjadi watak, maka lama-lama akan terpatri dan mempengaruhi DNA, akhirnya menurun pada anak-cucu.

BACA JUGA:  I N S I G H T

Maka, hati-hati dengan postingan kita. Akan lebih baik, dipikirkan dan diukur dulu apa dampaknya. Kalau dirasa tak pantas atau buruk, segera ubah atau setop. Sebelum semuanya menjadi label dan brand Anda. ***


Foto ilustrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *