WAKIL GUBERNUR Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, mendapat gelar Dato’ Wira Indera Puteri yang diaugerahi Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga.
Penabalan gelar itu dilangsungkan di Pulau Penyengat Indra Sakti, Kota Tanjungpinang. Kini, perempuan kelahiran Karimun itu bergelar Dato’ Wira Hj Marlin Agustina Indera Putri.
“Terima kasih atas anugerah ini. Sungguh merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi saya menerima amanah yang cukup besar ini,” ujat Dato’ Wira Marlin.
Dato’ berharap, semoga amanah ini dapat ia emban dengan baik sebagai upaya menjaga akar budaya serta warisan untuk anak cucu dan generasi penerus Kepri.
“Sungguh gelar ini merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga marwah, harkat dan martabat Melayu,” jelasnya.
Selain Marlin, Penganugerahan Gelar Kebesaran Riau Lingga juga diberikan kepada H Muhammad Sani, mantan Gubernur Kepri, Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma, Budayawan H Rida K Liamsi, H Dharma Setiawan dan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi yang mendapat gelar Dato’ Perdana Lela Mahkota.
Dato’ Perdana adalah Gelar Darjah Tinggi Riau-Lingga sedangkan Dato’ Wira adalah Gelar Darjah Madya Riau-Lingga.
Dalam sambutannya, Dato’ Wira Marlin mengutip pasal Ke-11 Gurindam Dua Belas, yang berbunyi: Hendaklah berjasa kepada yang sebangsa.
Menurut Marlin, nukilan ini menyiratkan kepada manusia agar senantiasa berbuat baik serta memberi manfaat kepada sesama.
“Jadikan hadir kita untuk memberi manfaat kepada semua. Selalu berbuat baik kepada setiap makhluk, saling mengingatkan akan kebaikan,” kata Dato’ Wira Marlin.
𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗞𝗲𝘀𝘂𝗹𝘁𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗥𝗶𝗮𝘂 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗟𝗮𝗹𝘂
Yang Dipertuan Muda Perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga Raja Supri Ibni Raja Yassin, menyampaikan, bahwa ini merupakam tradisi Kesultanan Riau Lingga yang dilaksanakan turun menurun sejak ratusan tahun lalu.
Tradisi ini memang telah diazaskan dan diwariskan oleh nenek moyang mereka, para pemimpin Kesultanan Riau Lingga.
“Sebagai ahli waris Diraja Melayu kami memang diajarkan untuk memberikan apresiasi, penghormatan dan penghargaan ke yang sepatut-patutnya kepada sesiapa saja yang telah berbuat bhakti yang luar biasa bagi kemajuan negeri, dan umumnya umat manusia, wa khususan Kepri pada umumnya,” kata Raja Supri.
Oleh sebab itu, kata Raja Supri, penganugerahan ini walaupun tak seberapa takaran nilainya, merupakan tanggung jawab kultural yang memang wajib dilaksanakan bagi meneruskan tradisi baik lagi mulia yang telah diazaskan oleh para pendahulu.
Perkara ini merupakan salah satu upaya untuk menuruskan bhakti yang dilaksanakan dengan amat baik lagi mulia oleh para pendahulu dengan mendirikan, membela, mempertahankan dan membangun negeri ini.
Wujud capaian seperti yang telah dimaklumi, adalah sebuah tamadun besar Melayu dengan tradisi intelektual sebagai pilar peradabannya yang boleh dibanggakan dan membanggakan bangsa Melayu, khasnya dan bangsa Indonesia amnya (umumnya). Dimama untuk orang Melayu hidup dan bermastautin pada masa kini tanpa batas geopolitik dan kewarganegaraan.
“Kita tentulah berharap agar perhimpunan Agung Zuriat dan Kerabat Kerajaan Riau Lingga ini memberikan sumbangan yang jauh lebih berarti bagi pembangunan Kepulauan Riau yakni bagi nama sekarang kawasan Riau Lingga dunia Melayu dan NKRI pada umumnya,” kata Raja Supri. ***






