HMR Jawab Kesiapan Batam Sambut Turis Asing di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

ENGKU PUTRI- Dalam seminggu ini, H Muhammad Rudi (HMR), diwawancara dua stasiun televisi swasta nasional, CNBC Indonesia dan Metro TV.

Posisinya sebagai Wali Kota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan Batam, membuat HMR menjadi sumber utama yang layak berita. Sebab, segala keputusannya dinilai sangat berpengaruh. Tak hanya di Kota Batam, juga Kepulauan Riau.

Dalam wawancara khusus di dua televisi swasta tersebut, membahas tentang kesiapan Batam sambut turis asing di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Intinya, HMR menjawab bahwa Kota Batam telah lama siap menyambut travel bubble, khususnya Indonesia dan Singapura.

Sekadar diketahui, travel bubble pada dasarnya adalah kemitraan eksklusif antara dua atau lebih negara yang telah menunjukkan keberhasilan yang cukup besar dalam menahan dan memerangi pandemi Covid-19 di dalam perbatasan masing-masing.

Dalam catatan Kata Batam, di Batam sendiri, pintu masuk wisatawan dari Singapura hanya dipusatkan di Nongsa, dalam payung Nongsa Sensations Batam.

Dalam wilayah Nongsa Sensation ini, memiliki 4 resort dan 2 golf yang akan digunakan dalam Travel Bubble.

Untuk resort, yakni, Montigo Resort, Batam View Resort, Nongsa Point Marina Resort dan Turi Beach Resort. Untuk golf ada Tering Bay Golf, Palm Spring Golf.

BACA JUGA:  Lomba Marching Band Pukau Turis Korea

𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗦𝗶𝗮𝗽 𝗝𝗮𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗧𝗿𝗮𝘃𝗲𝗹 𝗕𝘂𝗯𝗯𝗹𝗲 𝗗𝗶𝗰𝗮𝗻𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻
Kembali ke HMR, menurutnya, lokasi tersebut sudah sangat siap. Bahkan check point penumpang dengan protokol kesehatan Covid-19 ketat, dari Batam tujuan Singapura dan sebaliknya, sudah disiapkan sejak akhir 2020 lalu.

Jadi jauh sebelum Travel Bubble dicanangkan oleh Presiden belum lama ini.

Tak hanya itu, banyak kemudahan yang Batam berikan, sayangnya regulasi dan izin dari pemerintah Singapura sendiri yang jadi hambatan bagi warganya ke Batam.

“Antara lain karantina perorangan waktunya terlalu lama, mereka balik dari Batam dan sampai di Singapura harus dikarantina selama 14 hari. Inilah mungkin yang jadi keberatan warga Singapura untuk berlibur ke Batam,” jelasnya.

Beda dengan di Batam di mana lokasi travel bubblenya adalah kawasan wisata. Sehingga meski mereka tetap dikarantina, dalam arti tak boleh keluar dari lokasi tersebut, namun suasananya lebih rileks.

“Jadi mereka bisa datang dan berkegiatan di lokasi tersebut sambil berwisata,” jelas HMR.

Terkait kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam, HMR tak menafikan kalau itu belum ada. Namun khusus tenaga kerja asing atau ekspatriat sudah lama jalan seperti sedia kala.

BACA JUGA:  KataBatam Mengucapkan Selamat Menempuh Hidup Baru untuk Rivans & Aprilia

“Terkait wisatawan intinya harus ada kemudahan dari dia negara, dalam hal ini Singapura dan tentunya kita Indonesia,” terangnya.

Selain tempat, para pekerja di wilayah Nongsa Sensation, tersebut juga sangat terjaga kesehatannya. Umumnya sudah ikut vaksinasi, baik tahap 1, 2 hingga tahap 3 atau vaksinasi Covid-19 booster.

Dalam wawancara tersebut hmr juga mengakui bahwa pandemi membuat industri pariwisata terpukul.

Khususnya di Kota Batam pada tahun 2019, kunjungan wisatawan mancanegara sampai 2 juta orang. Tapi setelah pandemi merebak menurun drastis.

Tentunya hal ini juga memukul kondisi ekonomi Kota Batam, di mana sumber pendapatannya tak lepas dari pariwisata.

Meski demikian Batam masih bersyukur pendapatan dari sektor lain, khususnya industri, mengalami peningkatan cukup signifikan meskipun pandemi.

𝗛𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗢𝗺𝗶𝗰𝗿𝗼𝗻, 𝗚𝗶𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗩𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶, 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗠𝗮𝘀𝗸𝗲𝗿 & 𝗞𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗺𝘂𝗻𝗮𝗻
Terakhir wartawan menanyakan tentang bagaimana kesiapan Batam menghalau varian baru Covid-19, Omicron yang mulai merebak di kota ini.

“Ini memang menjadi masalah baru, setelah sebulan penuh seluruh Kota Batam zero kasus Covid-19 (zona hijau),” jelas HMR.

BACA JUGA:  Bukti Nyata Kerja Keras & Dedikasi: Jefridin Raih Penghargaan sebagai Pemimpin Inspiratif

Terkait hal ini, HMR mengaku sudah zoom meeting dengan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang langsung meminta agar daerah se-Indonesia memperketat protokol kesehatan.

“Untuk di Batam sendiri, sudah lama siap. Menurut saya penangkal Covid-19 ada dua, yakni vaksinasi dan memakai masker,” jelasnya.

HMR mengurai, terkait vaksinasi pihaknya sudah lama menggalakkan mulai dosis 1, masuk ke dosis 2, hingga terakhir booster.

“Bahkan vaksina anak-anak 6-11 tahun pun sudah berjalan lebih sekitar 60 persen. Sedangkan untuk booster masih 50 persen dan masih terus kami percepat hingga saat ini,” ungkap HMR.

Selain itu, mulai Minggu (6/2/2022) malam, Tim Terpadu yang terdiri dari personel Pemko Batam, BP Batam, TNI/Polri dan segenap kekuatan lain, sudah dikerahkan, turun lapangan, melakukan penegakan protokol kesehatan.

Pertama tim meminta agar masyarakat memakai masker saat berkegiatan di luar, dan kedua agar kegiatan masyarakat dalam hal pengumpulan massa yang tak perlu, diminta dikurangi bahkan dilarang.

“Dengan langkah ini diharapkan akan mengurangi penyebaran Covid-19, khususnya Omicron yang penularannya begitu cepat,” ujar suami Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, tersebut. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *