MOTIVASI JUMAT: Dirikanlah Salat

SATU dari beberapa wujud, “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”, tercermin dari gerakannya. Baik saat berdiri, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga diakhiri dengan salam.

Berdiri saat salat mencerminkan unsur api, vertikal, menjulang menuju langit. Bermakna tegar, tegas, dan berani menghadapi hidup.

Adapun rukuk, mewakili unsur angin, horizontal. Ialah imajinasi atau angan dan impian. Wujudnya tak nampak, tapi bisa dirasa.

Selanjutnya, sujud, bagai elemen air nan selalu mencari tempat rendah, tapi fleksibel. Perlambang dari sifat rendah hati nan menjaga kita dari sifat sombong.

Adapun duduk di antara dua sujud, adalah unsur bumi, kokoh, kuat tak tergoyahkan Bagaikan gunung, menjaga bumi supaya tak terguncang.

BACA JUGA:  BP Batam Sosialisasi Kelancaran Lalu Lintas Barang kepada Pelaku Usaha

Inilah empat unsur terpenting dalam hidup dalam salat: api, angin, air dan bumi. Semua bersatu dengan alam.

Semua elemen tersebut belum lengkap tanpa unsur yang kelima. Yakni elemen cinta: menebarkan rahmat ke alam semesta. Itulah gerakan salam.

Namun ada lagi yang lebih kuat lebih tinggi lebih lembut dan hakiki dari cinta, yaitu ikhlas. Itulah bagian terpenting dari salat. Maka itu dirikanlah salat.

“Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Ankabut: 45). (ski)

BACA JUGA:  Marlin Rudi Ingatkan Agar Tiap Rupiah yang Dibelanjakan dari APBD Tepat & Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *