SAAT perang Tabuk, Rasulullah Muhammad SAW meminta Ali bin Abi Thalib menjaga Kota Madinah. Saat itu juga langsung beredar hoax bahwa Ali tak diajak berperang karena punya jiwa pengecut.
Padahal semua tahu, selain digelar kunci ilmu pengetahuan karena kecerdasannya, sahabat Nabi yang kelak menjadi Khalifah ke-4 ini, juga terkenal kuat, pemberani dan tak pernah kalah di medan perang.
Mendengar hoax ini Ali pun memakai baju perangnya, dan menyusul pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Rasulullah. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya bukan pengecut.
Singkat cerita, Ali Karamallahu Wajhah pun bertemu Rasulullah. Percakapan terjadi. Akhirnya Ali diminta kembali ke Madinah, dan mengabaikan hoax tersebut.
Dari peristiwa ini kita bisa belajar, bahwa hoax tidak boleh “dilawan” dengan emosi. Yang pasti, selama kita berpijak pada kebenaran, jangan sesekali goyah oleh gangguan apapun bentuknya. Termasuk hoax.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






