BATAMCENTRE, KataBatam- Keberhasilan pembangunan Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), kembali mendulang bukti: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam tahun 2022 mencapai 81,67, dengan klasifikasi sangat tinggi.
Hal ini kami kutip dari rilis Pusat Pembangunan BP Batam 27 Desember 2022, berdasar hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022. Angka tersebut tumbuh sebesar 0,45 poin dibadingkan dengan tahun sebelumnya.
Pencapaian IPM Kota Batam lebih tinggi dibandingkan rata-rata IPM Provinsi Kepulauan Riau (76,46) maupun rata-rata Nasional (72,91).
Adapun dibanding dengan kabupaten/kota lainnya di Kepri, Kota Batam juga satu-satunya yang mencapai kategori IPM Sangat Tinggi.
Di bawah Kota Batam yang juga memiliki angka diatas rata-rata provinsi yaitu Kota Tanjungpinang dengan capaian 79,64 dan kategori Tinggi.
Kabupaten/Kota lainnya di Kepulauan Riau berada di bawah angka rata-rata Provinsi. Diantaranya Bintan (74,99), Natuna (73,47), dan Karimun (72,65) dengan klasifikasi Tinggi. Di sisi lain, Kepulauan Anambas (69,61) dan Lingga (66,57) dengan klasifikasi Sedang.
๐๐ฃ๐ ๐ง๐ผ๐น๐ผ๐ธ ๐จ๐ธ๐๐ฟ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐น๐ฎ๐ป ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป๐ฎ๐ป
Tingginya IPM Kota Batam, tak bisa dilepaskan dari hasil kinerja H Muhammad Rudi (HMR) selalu Wali Kota, dan Kepala BP Batam. Mengapa? Sebab IPM menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).
IPM juga dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara, serta menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Intinya, IPM merupakan pengukur keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat di daerah, dan menjadi target pembangunan dalam pembahasan asumsi makro pemerintah dan DPR.
Klasifikasi pembangunan manusia bertujuan untuk mengorganisasi wilayah menjadi kelompok yang sama dalam hal pembangunan manusia.
๐๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ผ๐ฟ ๐๐ฒ๐๐ฒ๐ต๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ก๐ฎ๐ถ๐ธ
Indikator Kesehatan IPM Kota Batam juga mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan. Umur Harapan Hidup (UHH) bayi yang lahir di Kota Batam adalah 73,62 Tahun yang mana angka tersebut tumbuh 0,26 poin dibanding tahun lalu.
UHH Kota Batam jauh tinggi dibanding rata-rata provinsi Kepulauan Riau (70,50 Tahun) yang mengisyaratkan bahwa fasilitas kesehatan di Batam lebih memadai dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kepri.
๐๐ป๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ผ๐ฟ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป, ๐ง๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ
Indikator Pendidikan IPM yang terdiri dari Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kota Batam juga tergolong tinggi.
Angka Harapan Lama Sekolah Kota Batam 13,32 Tahun yang berarti bahwa anak anak usia sekolah di batam berpeluang menamatkan pendidikannya setingkat SLTA dengan catatan ketersediaan kondisi infrastruktur tidak memburuk.
Adapun Rata-rata Lama Sekolah Kota Batam baru mencapai 11,17 Tahun yang berarti bahwa tingkat pendidikan yang sedang ditempuh masyrakat Kota Batam rata-rata masih setara duduk di bangku kelas 3 (tiga) SLTA.
๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐น๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐ฝ๐ถ๐๐ฎ
Pengeluaran per kapita masyarakat Kota Batam juga jauh lebih tinggi dibandingkan Kepri dan Nasional mencapai 18,5 juta per tahun. Sedangkan rata-rata Pengeluaran per kapita Kepri 14,5 juta dan 11,5 juta untuk Nasional.
Tingkatan klasifikasi IPM menurut BPS, dikatakan rendah jika IPM < 60, sedang 60 โค IPM <70, tinggi 70 โค IPM < 80, dan sangat tinggi โฅ 80.(ski)






