News  

Kisah Pak Am di Tanah Suci: Romantisme, Kursi Roda, & Ruang Maaf pada Istri Tercinta

MEKAH, KataBatam- Romantis, ternyata bukan sekadar kata manis di bibir, bukan pula sekadar genggaman tangan yang mesra. Ia adalah cerita yang menumbuhkan, menyuburkan iman. Ia adalah kasih sayang yang membangun rumah, dan keluarga.

Demikian gairah yang bisa kita tangkap saat membaca tulisan Wali Kota Batam DR Amsakar Achmad  , “Catatan Pelepas Penat: PERJALANAN CINTA”, yang ia tulis dan unggah di media sosialnya di sela menjalani fase puncak haji, Sabtu 13 Zulhijjah 1447 H, atau 30 Mei 2026.

Berikut petikannya:
Sebagai sebuah perjalanan cinta, saya juga merasa kehadiran istri (Erlita Sari Amsakar, Ketua TP-PKK Kota Batam) menjadi sangat bermakna.

Jika selama ini, waktu bersamanya sangat terbatas maka di tanah suci saya bertekad akan menebusnya. Apalagi beliau masih dalam kondisi yang harus menggunakan kursi roda.

𝗖𝗲𝗺𝗮𝘀 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗦𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗿𝗶
Syukur alhamdulillah, apa yang terpatri di dalam hati dapat saya tunaikan. Sekali waktu ketika dapat informasi dia seorang diri ke toilet, saya cemas khawatir beliau tidak kuat menaiki tangga.

Tatkala tawaf dan sa’i, alhamdulillah saya dapat mendampinginya bersama Muhammad, yang membawakan kursi roda.

Tatkala melempar jumrah, hal yang sama dapat saya lakukan. Terakhir tawaf ifadah dan wada’, saya pun dapat mendorongnya di kursi roda (lihat foto).

Sungguh, saya merasa perjalanan haji sebagai cara Allah membuka ruang maaf saya kepada istri tercinta.

Mungkin pembaca sedang merasakan romantisme dalam tulisan ini, tapi memang itulah fakta yang terjadi.

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗮𝗵 𝗞𝘂𝗿𝘀𝗶 𝗥𝗼𝗱𝗮
Dan di momentum terakhir ini pun, sebuah pengalaman luar biasa terjadi. Adik yang mendampingi dan menyewakan kursi roda yang bernama Zen –setelah selesai tugasnya– memberikan kursi roda itu kepada kami.

Kira-kira beliau berkata, “ambillah kursi ini sebagai hadiah dari saya, halal Haji”.

Sungguh nikmat demi nikmat kami rasakan selama perjalanan di tanah suci ini. Akhirnya, sekali lagi saya sadar, mudahkanlah urusan orang, niscaya sampai waktunya Allah akan mudahkan urusan kita. (ski)

BACA JUGA:  Jefridin Share Keahlian Berbicara di Depan Publik pada Siswa Peserta Workshop Perwara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *