News  

Lewat Puisi “Mina”, Amsakar Inspirasikan tentang Perjuangan Mencari Kearifan Sejati

Mina

berjuta langkah bergerak searah
memburu kearifan Ibrahim
yang tak mau takluk
menjadi baling-baling yang berpaling
dari siasat narasi yang menggetarkan hati
membangun pesona lalu menggoda:
jangan ikuti mimpi
sebab tidaklah mungkin Tuhan bercanda
memintamu menyembelih darah dagingmu sendiri

Ibrahim melawan
lalu di jamarat
batu-batu berhamburan di lempar pada tiga tiang
pada dosa yang lebih tua dari dunia,
pada kesombongan,
pada keraguan, dan
pada bisikan hawa nafsu
yang bersarang di kalbu

di sini
di suatu waktu
setan telah berganti menjadi rasa iri
menjelma jadi prasangka yang dipelihara
jadi cinta yang berlebihan ingin pujian
dan
hati jadi mati
lupa pulang ke jalan Tuhan

setelah batu berhamburan
waktu berlalu
tapi hati tak berhenti berdiskusi
mencari arti sejati

Ya Allah
dari air mata yang tumpah
humbanlah segala celah
yang masih saja berkeluh kesah
peluklah aku
dalam rahim-Mu

Musdalifah, 10 Zulhijjah 1447 H

______

SETELAH menulis puisi “Arafah”, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, kembali mengisahkan perjalanannya di puncak haji, lewat puisi “Mina”.

Puisi ini ditulis di Musdalifah, 10 Zulhijjah 1447 H, atau Rabu (27/5/2026), tepat pada hari Idul Adha, ketika jutaan orang sedang melaksanakan haji. Ini membuat puisi terasa sangat hidup dan kontekstual.

Secara keseluruhan, puisi ini indah, kontemplatif, dan penuh peringatan: setelah melempar setan di luar, kita harus terus melempar setan di dalam hati kita sendiri.

Sang penyair juga coba menggambarkan kepada kita tentang taqwa dan pengorbanan serta teladan Ibrahim AS.

Ada juga tentang perlawanan terhadap nafsu modern, yakni setan tidak selalu terlihat, sering menyamar sebagai emosi negatif dan keinginan duniawi.

Bagi Amsakar, haji sebagai perjalanan batin. Bukan hanya ritual fisik, tapi penyucian hati. Maka kembali kepada Allah! Dari perlawanan (lempar jumrah) menuju penyerahan total (doa di akhir). (ski)

BACA JUGA:  HMR Beserta Jajaran FKPD Ziarahi Makam Peletak Dasar Pemerintahan di Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *