PEMUDA sampai kapanpun akan selalu menarik menjadi perbincangan. Mereka adalah generasi penerus, agen perubahan, pembangunan hingga agen modernisasi.
Bertahannya suatu bangsa yang besar dan maju, karena dijaga dan digerakkan oleh pemuda. Pun sebaliknya, bangsa akan runtuh berkecai jika pemudanya terjebak dalam kegiatan negatif dan tak produktif.
Sehingga wajar jika Presiden Soekarno sampai berkata, ’’Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangakan dunia.’’
Dalam ungkapan tersebut, Presiden Pertama RI menggambarkan pemuda sebagai seseorang yang memiliki semangat tinggi, bertenaga dan berintelektual.
Mereka punya tenaga lebih untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, sesuai dengan keahliannya masing-masing. Bisa saja sebagai pebisnis, eksekutif, seniman, olahragawan, penggerak sosial, hingga insan pemerintahan.
Oleh karena itu, kita tentu berbahagia jika di Batam muncul sosok-sosok baru pemuda sebagai pelanjut pembangunan dan membawa perubahan.
Latar belakang bisa saja berbeda, rekam jejak masing-masing boleh berlainan. Namun, perbedaan itu bertaut pada satu hal: mereka membuka jalan baru bagi kemajuan Batam, Kepulauan Riau, bahkan Indonesia ke depan.
Bagaimana menurut Anda?(ski)






