ALLAH ta’ala berfirman (yang artinya):
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada Setiap saat dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” (QS. Ibrahim [14]: 24-25)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang firman Allah (yang artinya):
Perumpamaan kalimat yang baik adalah syahadat: laa ilaaha illallaah. Sedangkan yang disebut seperti “pohon yang baik”, adalah seorang mukmin.
Adapun maksud “akarnya teguh” adalah laa ilaaha illallaah yang ada dalam hati seorang mukmin.
Kemudian “cabangnya (munjulang) ke langit”, adalah amal seorang mukmin yang akan diangkat ke langit dengan kalimat itu.
Begitulah Allah memperumpamakan tauhid dalam hati seorang mukmin. Ibarat pohon yang akarnya menghujam kuat ke dalam, cabangnya menjulang ke langit dan berbuah setiap saat.
Bagaimana menurut Anda?(ski)






