News  

Kenduri Syawal di Batam, UAS: Pemimpin Besar Selalu Meninggalkan Legacy Masjid

“𝐻𝑎𝑟𝑖𝑚𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑛𝑔, 𝑔𝑎𝑗𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 𝑔𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔, 𝑝𝑒𝑚𝑖𝑚𝑝𝑖𝑛 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎𝑙𝑘𝑎𝑛 (𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛) 𝑚𝑎𝑠𝑗𝑖𝑑…”

ENGKU PUTRI, KataBatam- Terdapat lima syarat suatu kota akan menjadi baik, yakni mendirikan masjid, menghidupkan ekonomi, pemimpin adil dan amanah, hingga memiliki anak muda.

Hal ini disampaikan Datuk Sri Ulama Setia Negara Ustaz Abdul Somad (UAS) di depan lautan masyarakat Kota Batam yang memadati acara Kenduri Syawal 1445 Hijriah, di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Sabtu (4/5/2024).



Acara yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dan Kota Batam ini dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dan Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan (BP) H Muhammad Rudi (HMR).

Tampak juga Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, dan segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

“Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, pemimpin mati meninggalkan (maksudnya: membangun) masjid,” jelasnya.

UAS pun mencontohkan bagaimana para pemimpin besar selalu meninggalkan masjid sebagai legacy-nya, dan abadi sampai saat ini.

Salah satu yang dicontohkan adalah Masjid Raya Sultan Riau, Kerajaan Riau Lingga, di Pulau Penyengat, yang menjadi ikon cantik kebanggaan Kepulauan Riau.

“Juga Presiden Soekarno yang namanya tetap kekal abadi, karena mendirikan masjid terbesar di Asia Tenggara, yakni Masjid Istiqlal,” jelasnya.

Bagaimana di Kota Batam? UAS banyak memuji pembangunan masjid di kota ini. Yang terbaru, revitalisasi Masjid Agung Batam. “Sebentar lagi Masjid Agung kita akan selesai lebih cantik,” terangnya.

Hebatnya Batam, lanjut UAS, jangankan bangunan masjid, yang bukan masjid pun mirip masjid. “Itu masjid atau tidak?” tanyanya sambil menunjuk bangunan mirip masjid  yang berada di sisi barat Dataran Engku Putri.

Yang ditunjuk UAS Itu adalah gedung astaka MTQ yang kini menjadi Museum Raja Ali Haji.

“Maka siapa yang bingung mencari arsitektur bangunan masjid, maka datanglah ke Batam,” pesannya.

Menurut UAS, ada tujuh golongan yang dapat naungan Allah. Di antaranya, yang hatinya tergantung di masjid. “Maka jangan mati sebelum membangun masjid,” jelasnya.

𝗛𝗠𝗥 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Wali Kota Batam/Kepala BP Batam HMR, terus membangun masjid di Kota Batam.

Tak hanya masjid-masjid besar dan ikonik seperti Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, dan Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak, juga hingga ke masjid dan musala di pemukiman.

Bahkan, HMR yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kepulauan Riau, tak hanya membangun bentuk fisik masjid, melainkan juga membangun kemakmuran jamaahnya.

Selain itu, HMR juga berhasil membangun ekonomi Kota Batam, hingga pertumbuhannya melebihi Provinsi Kepri dan nasional. Tentu keberhasilan tersebut sudah dirasakan masyarakat Kota Batam.

Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan HMR, Kota Batam juga terus melakukan pembangunan, mulai di jantung kota hingga ke pelosok daerah.

Selain membangun infrastruktur fisik, HMR juga gencar membangun sumber daya manusia (SDM) Kota Batam. Mulai meningkatkan pendidikan dan memberikan ruang anak muda untuk mengasah kemampuannya.

Misalnya terus memberikan pelatihan-pelatihan. Selain itu, HMR juga sangat mendukung setiap kegiatan-kegiatan anak muda di Kota Batam. (ski)

BACA JUGA:  I N S I G H T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *