INSPIRASI PAGI: Memesona dan Akrab

AKRAB: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam, akrab berbincang bersama Bupati Karimun H Aunur Rafiq, dalam sebuah acara. Kedua pemimpin ini sangat disenangi masyarakat, karena memiliki kemampuan berbahasa yang baik.

BAHASA adalah alat utama berpikir, meraih mimpi, dan tentu saja menulis. Kata filsuf Amerika, Benjamin Lee Whorf, “Bahasa membentuk cara kita berpikir, dan menentukan apa yang dapat kita pikirkan.”

Maka kuasai lah bahasa secara kritis, dengan sendirinya pola pikir akan maju. Sebab, kita akan punya banyak alternatif kosakata dan punya banyak ide dan pergumulan pemikiran. Muaranya adalah  dengan banyak membaca buku. Sehingga daya literasi kita pun akan tinggi, juga menguasai banyak diksi.

Maka begitu akan membuat kita bisa meyakinkan orang lain dengan ide dan argumentasi.

Keuntungan lain jika kita menguasai bahasa secara kritis, akan membuat komunikasi kita berkualitas. Sebab paham definisi, konteks, sumber, data dan fakta. Sehingga akan mudah mencari solusi, karena masalah yang dibahas tak bias.

Sejarah mengungkapkan bahwa pemimpin terbesar di dunia, contoh Bung Karno, punya kecakapan berbahasa. Mereka mampu berkomunikasi dengan baik.

Logika serumit apapun bisa disajikan dengan sederhana, tapi tepat sasaran. Sehingga menjadi orator memesona dan akrab.

Sebagian besar waktu seorang pemimpin dihabiskan dalam komunikasi atau berinteraksi dengan orang-orang sehingga keterampilan interpersonal adalah suatu keharusan.

Bayangkan betapa membosankan jika kita bertemu orang yang diksinya terbatas akibat kurang wawasan. Jadinya semua yang muram disebut “galau”, sensitif dibilang “baper”. Akibatnya bukan akrab malah berantem.

Benar kata pepatah Arab, “Pelajari bahasa, dan kamu akan terhindar dari perang.”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  HMR Kukuhkan Paskibraka Batam 2022: Jayalah Batam, Jayalah Indonesiaku!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *