SEJARAH peradaban berkembang dari waktu ke waktu, ketika manusia dengan otak dan pemikirannya selalu menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Awalnya masih composite hunting band, yakni berburu dan meramu. Manusia tinggal mengambil apa-apa yang telah disediakan oleh alam. Peralatan pun masih amat sederhana. Sistem ekonominya, masih pengumpulan pangan (food gathering economics).
Akhirnya manusia menemukan api untuk memasak, sehingga tak lagi makan makanan mentah.
Kemudian, penemuan roda, yang memungkinkan manusia menetap, bercocok tanam, dan membangun sistem penyimpanan (lumbung) pangan.
Hingga akhirnya, waktu pun menuntun manusia memasuki ke era artificial yang juga ditandai dengan berkembangnya revolusi industri 1.0 yang saat itu dipelopori oleh Inggris.
Revolusi Industri 1.0 dengan mesin uap mempercepat kapal-kapal Inggris, membuat mereka mendominasi dunia dan menggantikan kejayaan VOC Belanda.
“Inggris menguasai 90% tanah jajahan di seluruh muka bumi. Makanya raja dari Inggris itu kaya raya,” cerita akademisi dan praktisi bisnis, Rhenald Kasali.
Singkat cerita, perubahan besar ini selalu dimulai dari hal-hal sepele, kemudian membesar hingga menciptakan gerakan mobilisasi yang diikuti banyak orang. Semua ini tak lepas dari peran pemimpin, yang menjadi kunci maju tidaknya sebuah peradaban.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
IN2PIRASI PAGI: Kepemimpinan nan Maju






