ADA usulan yang bagus, agar program 15 menit membaca (buku, koran, majalah) sebelum kegiatan belajar-mengajar perlu kembali digencarkan demi menumbuhkan kecintaan membaca.
Menurut Ketua Ikatan Penerbit Indonesia Arys Hilman Nugraha, masyarakat Indonesia sebenarnya gemar membaca. Namun, ketiadaan akses mendapat bacaan masih jadi penghambat. Kebiasaan membaca buku pun tak terbangun.
Ini bahaya, sebab, Ahmad Rifa’i dalam bukunya “Generasi Emas”, menyebut dampak negatif bagi anak-anak muda yang malas membaca, dapat membuat berkurangnya daya nalar, lemahnya daya kritis, dan kesulitan dalam pengembangan diri karena minim wawasan.
Wajar saja jika dalam setiap survei dalam negeri dan internasional, anak-anak kita saat ini hanya mampu memahami kalimat pendek, critical thinking-nya rendah, sehingga ketika diberi kalimat sedikit rumit saja jadi bingung.
Presiden Prabowo sebenarnya sudah sering mencontohkan pentingnya membaca buku. Ia menegaskan bahwa buku itu penting untuk bangsa, dan gerbang bagi investasi jangka panjang kemajuan suatu negara.
Teladan presiden ini harusnya menjadi perintah tak tertulis bagi para petinggi negeri, dan semua pihak, bergerak bikin program agar ekosistem membaca kembali bergairah. Sehingga generasi emas tak berubah jadi generasi cemas.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
GENERASI EMAS: Bunda PAUD Kota Batam Hj Marlin Agustina, mengajak anak-anak membaca buku. (Foto dokumentasi)
INSPIRASI PAGI: 15 Menit Membaca






