INSPIRASI PAGI: Semoga “Tidak” Beruntung

HINGGA KINI orang Eropa, juga Amerika, enggan berterus terang dalam menyampaikan harapan keberuntungan kepada sesamanya. Alasannya, agar terhindar dari kutukan. Terbukti, mereka masih memakai idiom yang menggabungkan harapan kebalikannya.

Contoh di Italia, orang menyampaikan harapan “semoga beruntung” dengan idiom “in bocca al lupo” yang artinya “di dalam mulut serigala”. Tujuannya untuk menghindari guna-guna.

Dengan berkata demikian, orang Italia berharap serigala memangsa pemburu. Makanya harus dijawab, “Kuharap serigala itu mati.”

Di Amerika, semoga beruntung atau sukses, diucapkan dengan idiom “break a leg” yang secara harfiah artinya patahkan kaki. Idiom ini berasal dari dunia teater sekitar 100 tahun lalu.

Kalangan teater ketika itu khawatir jika “good luck”, atau selamat diucapkan kepada seorang aktor, pasti sebaliknya yang akan terjadi. Jadi menurut mereka lebih baik ucapan “good luck” diganti menjadi  “break a leg”.

Hal serupa juga ada di Rusia, “ni pukha, ni pera”, artinya “tidak wol, tidak juga bulu unggas”. Orang Rusia berharap kantong buruan kosong, untuk menghindari hambatan berburu.

Lebih unik lagi di Venezuela, “mucha mierda” artinya, “banyak kotoran”. Harapannya, agar banyak kereta dan kuda menonton pertunjukan (saat itu, kuda akan mengeluarkan kotoran).

Ada-ada saja. Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Baru Landing, HMR Bawa Sofyan ke Uniba untuk Serahkan Sertifikat Tanah Kampung Tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *