INSPIRASI PAGI: Sembra Una Vespa

“SEMBRA una vespa (tampaknya seperti tawon),” seru Enrico Piaggio kepada Corradino D’Ascanio, saat mendengar suara dengung mesin skuter bernama protototip MP6, rancangan insinyur penerbangan tersebut.

Akhirnya dari ungkapan tak sengaja itu, diputuskan kalau motor tersebut diberi nama “Vespa”. Akhirnya skuter yang pertama kali diproduksi pada 23 April 1946 di Florence, Italia, sampai sekarang menjadi skuter ikonik asal negeri pizza tersebut.

Sebutan “tawon” ini juga cocok dengan desain bodinya, yang saat itu dinilai unik bahkan aneh, karena ada penutup pengaman (sayap kanan kiri) yang bagai papan selancar, sehingga sejumlah pekerja di pabrik Piaggio mengatakan sebagai motor “Paperino”, si Donald Bebek.

Akhirnya bukan cuma soal suara, filosofi tawon juga nyatu sama jiwa Vespa: kecil tapi lincah. Sederhana tapi punya sengatan!

Jadi, jika motor lain bangga mengidentikkan diri dengan hewan-hewan perkasa, Vespa bangga mengusung lambang yang di Indonesia dikenal dengan tawon endas itu.

Para “scooterist” pun bangga saat menunggang si tawon besi nan aerodinamis ini, sebab melambangkan gaya hidup sederhana, tapi mampu bergerak tanpa batas. Elegan, juga penuh cerita.

Nilai-nilai yang mencerminkan kemandirian, harga diri, dan kebebasan tersebut akhirnya melahirkan aturan tak tertulis, bahwa pecinta Vespa dilarang mengemis. Tangan yang bekerja, lebih terhormat daripada yang meminta.

“Lebih baik dorong Vespa sampai rumah, daripada minta-minta tumpangan!” Bagi pecinta Vespa, perjalanan bukan hanya soal sampai tujuan, tapi tentang menjaga kehormatan di setiap kilometer. Inilah kebanggaan yang tidak bisa dibeli.

Bagaimana menurut Anda? (riza)
_____
CERITA, CINTA, VESPA: Wali Kota Batam DR H Amsakar Achmad , menunggang Vespa menuju kantornya, beberapa waktu lalu. Sederhana tapi punya sengatan!

BACA JUGA:  Digelar Jumat Besok, HMR Beri Panduan Salat Idul Adha Aman Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *