INNALILLAHI Wainnailahi Rajiun…
Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, berduka. Abdul Fuad, paman dari ibundanya, meninggal dunia pada Minggu (17/5/2020) atau tepat 24 Ramadan 1441 Hijriah, sekitar pukul 15.20 WIB.
Kepergian almarhum yang akrab dipanggil “Pak Cik Ujang” ini menggores luka mendalam bagi Jefridin, dan keluarga. Sebab, selama ini Pak Cik sudah menjadi bagian keluarga intinya.
“Hampir 24 tahun, sejak saya manikah, Pak Cik sudah tinggal serumah bersama kami. Di mataku Pak Cik orang baik, aku sungguh merasa kehilangan,” jelasnya tak mampu menahan sedih.
Karena itu Pak Cik Ujang memiliki kedekatan emosional dengan anak-anaknya.
Sehingga saat jenazah akan dilepas untuk dimakamkan ke Seitemiang, usai Isya, satu persatu anak-anak Jefridin mencium kening almarhum.
Yang lebih mengejutkan lagi bagi keluarga yang tinggal di Tiban 1 ini, wafatnya Pak Cik ini dirasa begitu cepat. Sebab sebelumnya masih sehat-sehat saja.
“Minggu, sekitar pukul 15.00, beliau tumbang dan langsung dilarikan Wildan (putra Jefridin) ke RSBP bersama empat orang Om-nya yang kebetulan sedang ngumpul di rumah. Tapi Allah berhendak lain. Lebih kurang 30 menit dilakukan tindakan medis, beliau tidak tertolong karena terkena serangan jantung mendadak,” terang suami Hj Hariyanti Jefridin ini.
Jefridin lalu mengenang momen almarhum, yang selama ini memiliki perhatian khusus kepada keluarganya.
Selama Ramadan ini pun mereka masih berbuka puasa dan sahur bersama. “Bahkan Pak Cik Abdul Fuad masih mencicipi masakan mi sagu yang ku masak,” jelasnya.
Tapi saat ini, orang yang dicintainya itu sudah pergi meninggalkan keluarga Jefridin untuk selamanya.
“Selamat jalan semoga Pak Cik tenang di alam sana, dilapangkan kuburmu, diampuni segala dosamu dan diterima segala amal ibadahmu. Amin… Ya Rabbal’alamin.” ***
_______
Kami segenap Tim Riset dan Data KataBatam mengucapkan turut berdukacita. Semoga Allah menerima semua amal perbuatan Pak Cik Abdul Fuad.
Aamiin.






