News  

Batam Bebas TBC: Tibanbaru & Tibanlama Jadi Pelopor Kelurahan Siaga Tuberkulosis

SEKUPANG, KataBatam- Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan, bersama Kecamatan Sekupang, secara resmi mencanangkan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Tibanbaru dan Kelurahan Tibanlama, Kecamatan Sekupang, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan di aula BTP, Sekupang tersebut, menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, serta edukasi kesehatan guna mewujudkan target eliminasi TBC di Kota Batam.

Pencanangan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat yang berkomitmen mendukung gerakan bersama melawan tuberkulosis.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam Yusfa Hendri, menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius dan kerja sama seluruh pihak.

Karena itu, pembentukan Kelurahan Siaga TBC, merupakan upaya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat menjadi bagian penting dalam deteksi dini dan pengawasan pengobatan pasien TBC.

Pemerintah Kota Batam sendiri telah mendorong pembentukan Kelurahan Siaga TBC di seluruh 64 kelurahan, sebagai bagian dari percepatan penanggulangan penyakit tersebut. 

Pencanangan Kelurahan Siaga TBC di Tibanbaru dan Tibanlama, juga merupakan tindak lanjut nyata atas hasil pemeriksaan kinerja yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, terhadap efektivitas upaya penuntasan TBC di Kota Batam.

Yusfa menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kelurahan Tibanbaru dan Tibanlama, sebagai pelopor penguatan gerakan masyarakat dalam penanggulangan TBC.

Menurutnya, keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan keluarga, lingkungan sekitar, dan seluruh unsur masyarakat.

Melalui pencanangan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa TBC dapat disembuhkan apabila ditemukan lebih awal dan menjalani pengobatan secara tuntas.

Selain itu, stigma terhadap penderita TBC harus dihilangkan agar proses pengobatan berjalan optimal dan pasien memperoleh dukungan sosial yang memadai.

“Temukan lebih awal, obati sampai tuntas, bersama kita wujudkan Batam Bebas Tuberkulosis.” jelasnya. (ski)

BACA JUGA:  WARTA FOTO: Marlin Blusukan ke SMPN di Empat Kecamatan, Bantu Solusi soal PPDB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *