INSPIRASI PAGI: Rayap Besi & Medsos

DAN TERJADI LAGI… Besi yang ada di dalam penutup drainase beton di terowongan Pelita, Minggu (14/6/2026), sekitar pukul 05.02 WIB, dibongkar oleh pencuri besi atau biasa disebut “rayap besi”.

Yang “membagongkan”, aksi kali ini dilakukan dengan santai dan terang-terangan. Seolah hukum telah mati. Tak ada rasa takut atau tergesa-gesa saat mencuri dengan cara membongkar cor beton itu, meski banyak warga melintas, di antaranya sekelompok pelari pagi.

Tak lama, kabar ini sampai ke telinga Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Bukannya berleha-leha, ia langsung ke lokasi (lihat foto). Hatinya pun hancur, melihat komitmennya untuk memperindah kota sekaligus mengoptimalkan fungsi infrastruktur untuk warga tercinta, dirusak.

“Untuk oknum (pencuri besi) yang melakukan perusakan ini, kami sedang melakukan penelusuran dan mencari pelaku agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya di tempat kejadian.

Aksi & statement ini pun viral. Media sosial riuh. Netizen yang selama ini resah oleh ulah rayap besi (sebelumnya sering beraksi di perumahan dan mencuri meteran air), memadati ruang komentar seraya mendukung langkah Li Claudia, agar stabilitas sosial dan lingkungan yang kondusif kembali terjaga.

Fenomena ini, seperti disampaikan Guru Besar Studi Media Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Prof Rachmah Ida, menunjukkan bahwa media sosial saat ini mengalami transformasi signifikan dalam fungsinya di ruang publik.

Platform yang awalnya hadir untuk membangun jejaring sosial dan memperluas relasi antarindividu, kini berkembang menjadi ruang yang lebih kompleks. Di antaranya menjadi wadah gerakan sosial, hingga instrumen yang turut memengaruhi dinamika politik, hukum dan keamanan.

Bagaimana menurut Anda? (riza)

BACA JUGA:  Kepsek Diajak Sosialisasikan Gerakan Bulan Dana PMI Kota Batam kepada Para Siswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *