BATAM, KataBatam- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam kembali membuka pendaftaran baru untuk santri atau santri baru Rumah Tahfiz Baznas (RTB) untuk Tahun 2023.
Pendaftaran penerimaan santri baru tahun 2023 ini merupakan pendaftaran kedua RTB Kota Batam.
Adapun persyaratan kategori Asnaf Fakir dan Miskin, di antaranya lulusan SD sederajat, dapat membaca Alquran dengan baik, dan hafal Alquran minimal 1 juz.
Selanjutnya, memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari Rt/Rw, KTP dan KK orang tua, berprestasi dibuktikan dengan sertifikat, dan diutamakan bagi yatim dan dhuafa.
Sedangkan untuk tahapan penerimaan santri baru ini memiliki tiga tahapan. Di antaranya pendaftaran yang dimulai 5 mei 2023 sampai 31 mei 2023 dan test calon santri dan wawancara wali santri tanggal 5 juni 2023.
Selanjutnya,calon santri yang dinyatakan lulus seleksi diharuskan masuk asrama santri yang beralamat di perumahan Anggara, Blok C, Nomor 1, Rt 01/ Rw 13, Kelurahan Sagulungkota, Kecamatan Sagulung, Batam, pada 10 Juni 2023.
Wakil Ketua II Baznas Kota Batam Habib Sholeh mengatakan, RTB ini merupakan program Baznas dalam pendayagunaan sisi intelektual.
Pihaknya yakin, bahwa putra dan putri di Kota Batam ini yang masuk asnaf fakir dan miskin juga memiliki kecerdasan yang di atas rata-rata.
Maka dari itu, melalui seleksi ini Baznas Kota Batam dapat merekrut anak-anak fakir dan miskin untuk dididik menjadi calon hafidz/ dan hafizah.
“Dengan itu para muzaki yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas Kota Batam itu bisa melahirkan generasi yang menjaga ajaran islam, khususnya Alquran,” ungkapnya.
RTB Baznas Kota Batam yang sudah berjalan 16 bulai di Perumahan Anggara ini sudah melahirkan santri yang sudah menghafal hingga 23 juz, sedangkan rata-rata pada umumnya santri sudah menghafal 7 sampai 9 juz.
Secara garis besar harapan pimpinan Baznas Kota Batam kepada santri RTB ini sudah terpenuhi. Meski demikian, karena RTB ini merupakan program khusus, pimpinan Baznas Kota Batam tetap melakukan evaluasi perenam bulan sekali.
“Jadi kyai yang kita berikan amanah untuk mengelolah RTB ini membuat raport. Jadi akan kelihatan santri yang benar-benar serius dan tidak,” tutupnya.(sur)






