JODOH, KataBatam- Pemerintah Kota (Pemko)Batam, memberi penghargaan kepada kelurahan hingga perusahaan patuh pajak, dalam kegiatan Bulan Panutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tingkat Kota Batam Tahun 2026 di Hotel Planet Holiday Batam, Jodoh, Selasa (21/4/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, masing-masing kepada: kelurahan dengan tingkat kepatuhan pembayaran PBB-P2 terbaik, diraih Kelurahan Belian dengan 37.451 wajib pajak dan tingkat kepatuhan 66 persen.
Selanjutnya, Kelurahan Tanjungriau dengan 21.388 wajib pajak dan tingkat kepatuhan 78 persen, serta Kelurahan Tembesi dengan 19.502 wajib pajak dan tingkat kepatuhan 73 persen.
Penghargaan juga diberikan kepada perusahaan dengan kepatuhan pajak yang baik, yakni PT Amcol Dwilestari, PT Batamindo Investment Cakrawala, dan PT McDermott Indonesia.
Selain itu, penghargaan pembayaran BPHTB Tahun 2025 untuk nilai transaksi di atas Rp5 miliar diberikan kepada PT Luxan Precision Indonesia, PT McDermott Indonesia, dan PT Nanindah Mutiara Shipyard.
Melalui Bulan Panutan PBB-P2 2026, Pemerintah Kota Batam berharap kesadaran dan kepatuhan pajak masyarakat terus meningkat, sehingga dapat menjadi fondasi kuat dalam percepatan pembangunan menuju Batam sebagai kota yang maju, modern, dan berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pajak daerah sebagai penopang pembangunan Kota Batam.
๐๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป ๐๐๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ง๐ฎ๐ฎ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ท๐ฎ๐ธ
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa Bulan Panutan PBB-P2 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan upaya pemerintah dalam memberikan teladan kepada masyarakat untuk membangun budaya taat pajak.
โAgenda ini penting sebagai wujud kontribusi nyata dalam membangun daerah. Pemerintah ingin memberi contoh dan teladan kepada seluruh masyarakat Batam agar semakin patuh terhadap kewajiban pajak,โ ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, PBB-P2 merupakan salah satu penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), bersama Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta pajak penerangan jalan.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan pajak daerah sangat menentukan arah pembangunan Batam, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga pelaksanaan program prioritas pemerintah daerah.
Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada wajib pajak dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam meningkatkan penerimaan daerah.
โBatam termasuk sembilan kota di Indonesia dengan tingkat kemandirian fiskal yang baik. Kontribusi PAD telah melampaui 50 persen dari APBD. Ini capaian yang harus terus kita pertahankan,โ katanya.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan kondisi fiskal Batam yang sehat, yang didukung oleh tingkat kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan. (ski)
______
Source: Humas Diskominfo Batam / Yogi Septiyan
Bulan Panutan PBB-P2 2006, Kelurahan & Perusahaan dapat Penghargaan Pemko Batam






