AKHIR-AKHIR INI muncul ungkapan dari seorang pemimpin yang mengatakan bahwa: “Saya yang menentukan, karena segala keputusan ada di tangan saya.”
Ungkapan ini pun dikutip dan disebarkan penuh arogansi dari mental penyembah. Ia meniru tuannya.
Memang, segala keputusan ada di tangan pimpinan. Namun, ungkapan semacam itu cenderung otoriter. Tentu saja kurang etis digaungkan di era demokrasi saat ini. Apalagi di Indonesia yang mengutamakan musyawarah dan mufakat.
Ungkapan itu mengingatkan kepada sosok Raja Louis XIV dari Perancis. Saat berpidato di depan Parlemen di Paris 13 April 1655, dia berkata: “L’État, c’est moi!” Arti harfiahnya adalah “Negara adalah Saya”.
Meskipun tidak ada catatan resminya di parlemen namun kalimat tersebut dijadikan motto pemerintahan otoritarian.
Dan dunia mencatat bahwa pemimpin yang menggunakan motto L’État, c’est moi adalah musuhnya demokrasi. ***






