MULAI Sabtu 28 September 2024, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), nomor urut 2, H Muhammad Rudi – H Aunur Rafiq (Rudi-Rafiq), mulai melakukan kampanye politiknya di serata Kepri.
Ada satu fenomena menarik. Dalam setiap kunjungannya, pasangan calon ideal tersebut, selalu disambuat ribuan masyarakat dengan gegap gempita.
Disebut fenomena menarik, sebab dari sisi komunikasi, Rudi dinilai kurang pandai “jual kecap”. Malah terlalu apa adanya, tanpa janji-janji melangit, apalagi gimik dan mimik, agar tercitrakan bagai malaikat.
Namun ajaibnya, justru kebersahajaan ini yang menjadi magnet. Hal ini menandakan bahwa kinerja HMR selama dua periode sebagai Wali Kota Batam dan akhirnya dipercaya sebagai Kepala Badan Pengusahaan Batam, dilihat dan dirasakan masyarakat. Tak hanya Kota Batam, dan Kepri, bahkan Indonesia hingga negeri jiran.
Faktor lain, kenapa kunjungan HMR selalu “dikepung” massa, karena adanya keresahan dari masyarakat yang ingin melihat Kepri maju. Keresahan ini akhirnya memunculkan gerakan, hingga akhirnya menjatuhkan pilihan kepada HMR. Karena dinilai cakap untuk mewujudkan harapannya.
Pola pikir masyarakat sederhana saja: jika Batam bisa dibangun HMR dengan indah, tentu pengalaman ini bisa diterapkannya dalam membangun Kepri.
Ingat, masyarakat kita semakin rasional dalam menilai kinerja pejabat publik. Bila bagus memang dinilai bagus, bila kurang baik dinilai kurang baik.
HMR juga dinilai berintegritas, sehingga mampu menjadi agen perubahan, karena memiliki keberanian dan kepercayaan diri dalam bertindak.
Sikap semacam ini adalah fondasi yang kukuh sehingga membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mencapai mimpi-mimpi besar: Kepri maju, berjaya, merata!
Bagaimana menurut Anda? (ski)
IN2PIRASI PAGI: Bangkitnya Kesadaran






