INSPIRASI JUMAT: Adab dalam Bercanda

BERCANDA memang tidak dilarang dalam ajaran Islam. Karena dapat menjalin keakraban, membuat perasaan senang.

Dikutip dari detik .com, melansir dari buku “Adab Bercanda dalam Islam” oleh Hafidz Muftisany, dijelaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW, semasa hidupnya kerap melakukan candaan kepada istri, cucu maupun sahabatnya. Namun, dengan adab dan etika yang baik. Seperti,

1. Tidak membawa nama Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat At-Taubah ayat 65-66.

2. Tidak berbohong. Sebab, merupakan perbuatan tercela. Diriwayatkan Abu Dawud. Rasulullah SAW bersabda: Celakalah orang yang berbicara lalu mengarang cerita dusta agar orang lain tertawa. Celaka baginya, celaka baginya.”

3. Dalam bercanda juga dilarang untuk saling menjelekkan satu sama lain. Perbuatan ini dapat mengundang perasaan sakit hati. Sebagaimana AllahSWT berfirman dalam surat Al-Hujurat Ayat 11.

4. Jangan tertawa berlebihan. Terkadang candaan membuat orang tertawa tapi sebaiknya tetap terkontrol. Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau sering tertawa, karena sering tertawa akan mematikan hati.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no 3400).

5. Adab bercanda lainnya yakni tidak berkata dengan kalimat yang buruk dan kotor, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Adab harus didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting dari pada ilmu, agar tidak menyakiti hati siapapun. Jika ada orang yang bercandanya melampaui batas, maka kita wajib mengingatkan. Jika tidak diindahkan, jauhilah. Minimal tidak ikut membenarkan, apalagi membela tindakan buruk tersebut.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  GALERI FOTO: Keakraban Marlin di Pengajian Bulanan Permata di Tanjungpiayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *